Hariyono menyebut, penyaluran kredit ke segmen UKM akan diperkuat melalui sinergi dengan grup usaha dan ekosistem anak perusahaan Bank Mayapada.
Meski tetap melakukan ekspansi, perseroan akan lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan.
Hariyono menilai kondisi ekonomi global yang masih belum menentu berpotensi memengaruhi perekonomian domestik, sehingga kualitas kredit harus tetap dijaga.
"Strateginya, pertama harus hati-hati dengan situasi global yang masih belum menentu, yang pasti akan memengaruhi situasi internal lokal di Indonesia, sehingga kita harus hati-hati dalam melepas kredit,”
“Di samping cost of fund yang juga semua bank naik saat ini, sehingga margin juga akan tergerus, sehingga kita harus pandai-pandai mencari kredit yang baik, aman namun punya margin juga yang baik,"
Selain membidik pertumbuhan kredit, Bank Mayapada juga menargetkan laba setelah pajak (profit after tax) sebesar Rp63,4 miliar pada 2026.
Angka tersebut meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sekitar Rp29 miliar.
Sementara itu, total aset perseroan ditargetkan tumbuh 9,84% dibandingkan tahun lalu.
Target tersebut diharapkan dapat tercapai seiring dengan pertumbuhan bisnis yang tetap dijalankan secara pruden di tengah dinamika ekonomi dan industri perbankan.
(cpa/naw)




























