Manuver itu membuat kepemilikan Blackrock di BREN menjadi 135,91 juta saham sampai akhir Juni 2026. Posisi Blackrock berada pada level cost basis average Rp8.730 per saham.
Dengan demikian, Blackrock berada pada posisi rugi 63,57% dengan harga BREN saat ini mangkir di level Rp3.190 per saham pada pukul 14.23 WIB.
Aksi jual besar-besaran itu juga diikuti pemodal kakap lainnya Dimensional Fund Advisors LP. Perusahaan manajemen investasi besutan konglomerat David Booth melepas 7,17 juta lembar sepanjang tahun ini.
Posisi Dimensional Fund kini tersisa 23,35 juta lembar di BREN dengan cost basis average Rp8.360 per saham. Posisi Dimensional Fund rugi 61,96% jika disandingkan dengan harga BREN sore ini.
Dari lantai bursa, kinerja saham Prajogo Pangestu yang mengurusi bisnis panas bumi dan pembangkit angin itu cenderung melemah. Saham BREN sudah terkoreksi 67,11% sejak awal tahun ini.
Adapun, investor asing mencatatkan net sell sekitar Rp374,98 miliar saham BREN year-to-date.
Tekanan pada saham BREN juga ikut dipengaruhi aksi divestasi Prajogo Pangestu terkait dengan upaya untuk menambah saham beredar atau free float.
Lewat keterbukaan informasi, Prajogo lewat kendaraan investasinya PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melepas sekitar 38,4 juta saham BREN pada perdagangan 20 April 2026.
Adapun, total transaksi dari divestasi lembar saham itu mencapai Rp251,39 miliar dengan harga rata-rata pelaksanaaan Rp6.546 per saham.
Manajemen BRPT menerangkan divestasi itu dilakukan untuk menambah free float dan likuiditas saham yang beredar di pasar.
Selepas transaksi itu, jumlah saham yang dipegang BRPT susut menjadi 86,47 juta mengambil porsi sekitar 64,63% dari keseluruhan saham BREN. Sebelumnya, BRPT memegang 86,51 juta lembar saham BREN dengan porsi mencapai 64,63%.
Manuver untuk mempertebal free float sebelumnya sudah dilakukan Prajogo Pangestu lewat divestasi saham Green Era Energy Pte Ltd di BREN.
Afiliasi bisnis Prajogo Pangestu itu melepas 350 juta saham BREN dengan harga pelaksanaan Rp4.510 per saham.
Lewat divestasi bertarikh 6 April 2026 tersebut, kepemilikan Green Era susut ke level 30,32 juta saham atau setara 22,66% dari saham beredar BREN.
(red)





























