Adapun, saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) terkoreksi 3,42% ke level Rp565 per saham. Saham CDIA telah anjlok 66,17% sejak awal tahun ini.
Selain itu, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) susut 4,51% ke level Rp3.600 per saham atau minus 67,05% year-to-date.
Koreksi yang sama juga dialami saham tambang grup Barito, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Saham CUAN anjlok 76,71% year-to-date ke level Rp545 per saham.
Koreksi portofolio saham Prajogo Pangestu itu sejalan dengan tren melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (30/6/2026).
IHSG melemah 1,52% atau kehilangan 88,47 poin di level 5.732 pada pukul 09.10 WIB.
Sejumlah indeks saham utama di Asia yang sudah buka justru melaju lebih baik. TW Weighted Index (Taiwan), NIKKEI 225 (Jepang), Shenzhen Comp. (China), Topix (Jepang), dan CSI 300 (China), berhasil dibuka di zona hijau.
Sementara itu, Hang Seng (Hong Kong), KOSDAQ (Korea Selatan), PSEi (Filipina), Straits Times (Singapura), Shanghai Composite (China), KLCI (Malaysia), dan KOSPI (Korea Selatan), turut tergelincir di zona merah.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan tercatat 2,28 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,58 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 186.595 kali.
Sebanyak 417 saham melemah dan 131 saham menguat Sementara, 121 saham tidak bergerak.
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas menyebut sentimen pasar dipengaruhi kehati–hatian menjelang rilis data ekonomi penting Amerika Serikat (AS), termasuk data ketenagakerjaan dan pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh, serta tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Pasar juga akan mencermati rilis PMI manufaktur, inflasi, dan neraca perdagangan Indonesia yang dirilis esok hari sebagai indikator kesehatan ekonomi domestik.
Di sisi lain, rencana IPO sejumlah emiten pada awal Juli juga berpotensi menyerap likuiditas pasar dalam jangka pendek.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih bergerak mixed cenderung melemah dengan support 5.730 dan resistance 6.000,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas. Dengan catatan, peluang rebound masih terbatas selama IHSG belum mampu kembali menembus area resistance tersebut.
(red)






























