Sebelumnya, Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyebut penerapan mandatori pencampuran biodiesel sebesar 50% terhadap solar alias B50 masih menunggu tiga keputusan menteri (kepmen).
"Ada kepmen mandatori B50 jalan, plus [kepmen] spesifikasi untuk B50-nya. Terus kepmen alokasi juga," ujar Eniya saat ditemui usai rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (15/6/2026).
Selain mengatur kuota alokasi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang akan diserap oleh badan usaha bahan bakar nabati (BBN), pemerintah juga akan merilis kepmen yang mengatur standar spesifikasi kualitas biodiesel.
Hal ini guna memastikan performa mesin kendaraan tetap terjaga dengan tingginya kadar campuran nabati.
Eniya menegaskan spesifikasi teknis untuk B50 dipastikan akan mengalami perubahan signfikan dan menjadi lebih ketat dibandingkan dengan program B35 atau B40 yang berjalan sebelumnya.
Standar ketat ini berlaku mulai dari hulu, yakni pada kualitas B100 (biodiesel murni) sebelum dicampur menjadi B50.
"Jadi kan spek dari B100 untuk dicampur ke B50 itu ditetapkan. Iya berubah, kan lebih ketat," kata Eniya.
Terpisah, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyatakan akan terdapat tahap transisi yang memperbolehkan biodiesel B40 masih dipasarkan selama 3 bulan, meskipun implementasi B50 tetap diberlakukan per 1 Juli 2026.
Adapun, masa transisi tersebut ditetapkan agar seluruh pihak dapat melakukan penyesuaian peningkatan campuran fatty acid methyl ester (FAME) ke dalam solar dari 40% ke 50%.
“Jadi, artinya kan masih ada sisa-sisa B40 itu dihabiskan dahulu, diberi waktu sampai dengan 3 bulan jadi penyesuaiannya hingga menjadi 100% pemulihan ke B50,” kata Laode kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (26/6/2026).
Dia juga memastikan formula harga jual solar dengan campuran FAME 50% tetap serupa dengan B40.
“Iya, sama. Kan hitungannya kan diesel, kayak harga solar. Enggak ada jauh dekatnya, enggak ada. Sama dengan harga solar yang sudah ditetapkan tiap bulan,” ungkapnya.
Dia juga memastikan spesifikasi solar B50 tetap serupa dengan B40, hanya berbeda pada tingkat campuran bahan bakar nabati.
(smr/wdh)



























