Logo Bloomberg Technoz

Kementerian Energi Rusia menyarankan agar larangan tersebut ditunda untuk saat ini setelah pertemuan para produsen minyak dan otoritas pemerintah pada Jumat, lapor Tass, mengutip Wakil Perdana Menteri Alexander Novak. Pemerintah akan mengevaluasi kembali situasi tersebut pada Senin, katanya, menurut kantor berita tersebut.

Ketika Rusia memberlakukan larangan ekspor solar pada 2023, larangan tersebut hanya berlangsung dua minggu karena produsen minyak utama yang biasanya mengekspor bahan bakar tersebut tidak mampu mengalihkan pasokan ke konsumen domestik dan menghadapi kelebihan stok.

“Kami berkumpul di sini untuk mencegah langkah-langkah yang mungkin tidak perlu,” kata Putin pada Minggu. “Kita tidak boleh menciptakan masalah tambahan bagi diri kita sendiri.”

Rusia menyumbang sekitar 11% dari pasokan solar global tahun lalu, menurut perhitungan Bloomberg berdasarkan data Vortexa Ltd. Jika disetujui, larangan ekspor akan menambah pembatasan yang sudah ada pada pengiriman bensin dan bahan bakar jet.

“Jenis bensin yang tepat tidak selalu tersedia saat ini,” kata Putin.

Stok bensin turun 4% dibandingkan tahun lalu menjadi sekitar 1,7 juta ton, tetapi produksi mungkin meningkat bulan ini, katanya, sambil menambahkan bahwa kilang-kilang sedang beroperasi sekuat tenaga.

Presiden kemudian berbicara kepada stasiun televisi negara Rossiya 24, mengatakan bahwa infrastruktur minyak Rusia “pulih dengan cukup cepat” dari serangan drone. “Semua yang kami miliki beroperasi secara stabil” dan kekurangan bahan bakar apa pun “tidak kritis.”

Di antara langkah-langkah untuk meredakan krisis pasokan, kilang-kilang harus segera memulihkan produksi setelah perbaikan, pemerintah harus memastikan impor bahan bakar mencukupi, dan infrastruktur minyak harus terlindungi dengan lebih baik, katanya, sambil menegaskan bahwa negara ini memiliki “peralatan pertahanan yang diperlukan.”

Rusia telah memberlakukan larangan ekspor bensin hingga 31 Juli, meski tetap mengirimkan beberapa pengiriman ke luar negeri berdasarkan perjanjian antarpemerintah.

Novak sebelumnya mengatakan bahwa pemerintah akan memutuskan minggu ini apakah akan memperpanjang pembebasan bea masuk untuk bensin, menurut laporan tersebut.

Pemerintah telah memutuskan untuk mengurangi persyaratan wajib penjualan bensin yang diperdagangkan di bursa dari 15% menjadi 10% dari produksi, kata Novak.

(bbn)

No more pages