"Pelaksanaan operasi hari ini dan besok menjelang akhir semester pertama, serta nilainya yang lebih besar dibanding reverse repo tujuh hari, semakin menguatkan pandangan tersebut," ujarnya.
Para pelaku pasar dan analis mencermati operasi ini untuk mencari petunjuk mengenai rencana PBOC dalam mengelola likuiditas. Biaya pinjaman overnight di pasar antarbank menjadi lebih bergejolak sejak Mei, setelah bank sentral berupaya mengurangi kelebihan likuiditas dalam sistem keuangan. Di sisi lain, permintaan uang tunai biasanya meningkat pada akhir setiap kuartal.
Reverse repo overnight merupakan transaksi pembelian surat berharga dengan kesepakatan dijual kembali keesokan harinya. Fasilitas baru ini memberi PBOC kendali yang lebih besar terhadap biaya pinjaman jangka sangat pendek sekaligus memungkinkan bank sentral meredam gejolak likuiditas di pasar.
Kepala Ekonom Greater China ING Bank NV, Lynn Song, mengatakan ada kemungkinan suku bunga instrumen baru tersebut baru akan diumumkan kemudian. Menurutnya, PBOC mungkin sengaja tidak mengungkapkannya untuk menghindari berkurangnya peran reverse repo tenor tujuh hari sebagai acuan utama.
"Mengingat suku bunga overnight masih menjadi acuan paling likuid dan paling penting dalam aktivitas perdagangan, masuk akal jika pada akhirnya level inilah yang akan dikendalikan oleh pembuat kebijakan," kata Song.
"Namun, proses tersebut kemungkinan membutuhkan waktu. Kita perlu melihat rekam jejak dan tingkat kematangan fasilitas reverse repo overnight ini serta bagaimana pengaruhnya terhadap suku bunga overnight di pasar sebelum pergeseran tersebut benar-benar terjadi," ujarnya.
(bbn)































