Suplai gas kilang LNG mini tersebut berasal dari Lapangan Sumber PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java hingga 2035 sebesar 15 MMscfd. Adapun kapasitas tangki LNG sebesar 1.600 m3 cryogenic storage.
Proyek kilang LNG mini milik PT SAG itu mulai dibangun pada 2015 dan memasuki fase commissioning atau operasi LNG pada 2026. Nantinya, kilang tersebut bakal memasok produknya ke sektor industri, retail, dan pembangkit listrik yang tersebar dari Jawa, Bali, hingga Sulawesi.
Sekadar catatan, PT SAG didirikan pada tahun 2018 dan merupakan bagian dari Super Energy Group—perusahaan dengan portofolio fasilitas pengolahan gas dan distribusi CNG di Jawa.
Beberapa perusahaan yang berafiliasi dengannya seperti PT Energi Subang Abadi yakni pengolahan dan distribusi CNG, PT. Gasuma Federal Indonesia yakni pengolahan gas, hingga PT. Bahtera Abadi Gas yakni pengolahan dan distribusi CNG.
Adapun, Kementerian ESDM menyatakan Indonesia telah mengamankan LNG untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor hingga semester I-2026.
Sementara itu, untuk keandalan pasokan LNG untuk semester II-2026, Kementerian ESDM masih menghitung kebutuhan dalam negeri serta ekspor dan merancang mekanisme pemenuhannya.
(azr/ros)





























