Logo Bloomberg Technoz

Kecil Kemungkinan Saham Indonesia ke Frontier Market

Cahya Puteri Abdi Rabbi
24 June 2026 08:30

Karyawan melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto
Karyawan melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Bloomberg Technoz, Jakarta - Risiko Indonesia turun kelas dari kategori emerging market menjadi frontier market dinilai masih relatif kecil, meski MSCI memperpanjang pemantauan terhadap pasar modal Indonesia hingga November 2026.

Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) menilai ukuran pasar dan likuiditas Indonesia masih cukup kuat untuk mempertahankan statusnya sebagai emerging market.

"Kami meyakini probabilitas reklasifikasi menjadi frontier market masih rendah dalam jangka pendek, mengingat ukuran dan likuiditas pasar Indonesia masih memadai untuk menopang status sebagai emerging market,” dikutip dari riset SSI yang disusun Prasetya Gunadi dan Ahnaf Yassar, Rabu (24/6/2026).


MSCI sebelumnya memutuskan mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market dalam 2026 Market Classification Review.

Keputusan tersebut sekaligus menghilangkan risiko jangka pendek berupa aksi jual paksa atau forced selling dari dana pasif global yang mengikuti indeks MSCI Emerging Markets.