Keputusan pada Selasa, yang sudah ditunda dari bulan Mei, muncul setelah MSCI mengatakan sedang meninjau efektivitas sumber data baru dan langkah-langkah regulasi tentang free float dan kemampuan investasi.
Minggu lalu, MSCI menurunkan penilaian Indonesia menjadi negatif dalam tinjauan aksesibilitas tahunannya karena transparansi yang terbatas dalam struktur kepemilikan saham, perilaku perdagangan terkoordinasi yang merusak pembentukan harga, dan kurangnya pengungkapan perusahaan. Hal itu terjadi setelah mereka menghapus beberapa saham dengan kepemilikan yang sangat terkonsentrasi bulan lalu.
Ketidakpastian menjelang tinjauan tersebut telah mendorong banyak pelaku pasar untuk menahan diri, dengan investor menyebutkan kekhawatiran akan potensi arus keluar. Ditambah dengan kekhawatiran atas arah kebijakan dan dampak dari perang Iran, indeks acuan Jakarta Composite Index (JCC) telah merosot menjadi indeks utama dengan kinerja terburuk di dunia tahun ini.
(bbn)




























