Ini Passive Income Digital Terbaik Selain Saham dan Deposito

Bloomberg Technoz, Jakarta - Saham dividen dan deposito telah lama menjadi dua pilar utama strategi passive income bagi investor Indonesia. Keduanya terbukti namun keduanya juga membutuhkan modal yang tidak kecil dan akses yang tidak selalu tersedia bagi semua kalangan. Di tahun ini, lanskap passive income telah berkembang secara signifikan.
Instrumen-instrumen digital yang beberapa tahun lalu masih dianggap eksperimental kini sudah cukup matang dengan kerangka regulasi yang semakin jelas dan infrastruktur yang semakin andal.
1. Earn Aset Kripto: Instrumen dengan Aksesibilitas Tertinggi
Di antara berbagai instrumen passive income digital yang tersedia, earn aset kripto menawarkan kombinasi aksesibilitas dan potensi return yang sulit ditandingi. Tidak ada modal minimum yang signifikan, proses pendaftaran dapat diselesaikan dalam hitungan jam, dan return yang tersedia jauh melampaui instrumen konvensional seperti deposito atau reksa dana pasar uang.
Mekanismenya sederhana: investor menempatkan aset kripto di platform exchange yang memiliki fitur earn, dan menerima imbal hasil berkala dalam bentuk APR. Platform seperti Mobee menawarkan Flexi Earn dengan APR hingga 30% tanpa periode penguncian investor dapat menarik aset kapan saja tanpa penalti. Untuk aset stablecoin seperti USDT yang volatilitasnya minimal, instrumen ini menawarkan profil risiko yang jauh lebih terkontrol dibandingkan altcoin.































