Deretan Perusahaan Besar Dunia yang Pangkas Karyawan Karena AI
Redaksi
23 June 2026 19:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah lonjakan investasi ke kecerdasan buatan atau AI, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) justru terus berlanjut. Terbaru, Oracle mengungkapkan telah mengurangi sekitar 21.000 karyawan dalam 12 bulan terakhir atau setara 13% dari total tenaga kerjanya, dilansir dari TechCrunch, Selasa (23/6/2026).
Dalam laporan tahunan yang diajukan kepada regulator keuangan (SEC), Oracle menyatakan bahwa adopsi dan implementasi teknologi AI di berbagai operasional perusahaan telah berkontribusi terhadap pengurangan jumlah karyawan dan berpotensi terus berlanjut di masa depan.
Pengungkapan tersebut menambah daftar panjang perusahaan teknologi besar yang melakukan efisiensi tenaga kerja sembari meningkatkan investasi pada teknologi AI. Fenomena ini terjadi ketika banyak perusahaan justru mencatat pertumbuhan bisnis yang kuat dan laba yang meningkat.
Data perusahaan outplacement Challenger, Gray & Christmas menunjukkan PHK di sektor teknologi mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun pada Mei 2026. AI menjadi alasan yang paling sering disebut perusahaan dalam berbagai program restrukturisasi dan efisiensi.
Sepanjang tahun ini, sejumlah raksasa teknologi telah memangkas ribuan pekerja dengan alasan realokasi sumber daya menuju pengembangan AI.
Meta menjadi salah satu perusahaan dengan pengurangan tenaga kerja terbesar setelah memangkas sekitar 8.000 karyawan atau 10% dari total pegawainya pada Mei 2026. Pada saat yang sama, perusahaan juga memindahkan sekitar 7.000 pekerja ke posisi baru yang berfokus pada pengembangan AI.
Amazon juga melakukan pemangkasan besar-besaran. Perusahaan yang dipimpin Andy Jassy tersebut melakukan PHK atas 16.000 posisi korporasi pada Januari 2026 setelah sebelumnya memangkas 14.000 pekerjaan pada Oktober 2025. Amazon secara terbuka mengakui bahwa pemanfaatan AI generatif akan mengurangi kebutuhan tenaga kerja di sejumlah fungsi perusahaan.
Sementara itu, Dell memangkas sekitar 11.000 pekerjaan sepanjang tahun fiskal 2026, seiring fokus perusahaan pada pengembangan server yang dioptimalkan untuk AI. Salesforce juga memangkas kurang dari 1.000 karyawan setelah penggunaan agen AI dinilai berhasil mengurangi kebutuhan staf pendukung pelanggan.
Perusahaan teknologi finansial Block yang didirikan Jack Dorsey turut melakukan restrukturisasi besar dengan memangkas sekitar 4.000 pekerjaan atau hampir setengah tenaga kerjanya. Dorsey menyatakan alat AI yang dikembangkan perusahaan memungkinkan organisasi bekerja lebih efisien dengan tim yang lebih kecil.
Di sektor perangkat lunak, Atlassian Corp. memangkas sekitar 1.600 karyawan atau 10% tenaga kerjanya untuk mengalihkan fokus bisnis ke AI dan layanan perusahaan. GitLab juga memberhentikan sekitar 350 pegawai guna membiayai investasi infrastruktur AI dan mengakomodasi lonjakan penggunaan sistem berbasis agen AI.
Perusahaan lain yang melakukan pengurangan tenaga kerja sepanjang 2026 antara lain Cisco dengan hampir 4.000 pekerja, Intuit sekitar 3.000 pekerja, Cloudflare sekitar 1.100 pekerja, Coinbase sekitar 700 pekerja, Snap sekitar 1.000 pekerja, serta General Motors yang menghapus 500 hingga 600 posisi terutama di bidang teknologi informasi.
Google juga disebut melakukan pengurangan pegawai secara bertahap melalui evaluasi kinerja, program pengunduran diri sukarela, dan reorganisasi internal. Meski tidak mengumumkan angka resmi, berbagai perkiraan menyebut jumlah posisi yang terdampak mencapai 1.500 hingga lebih dari 3.000 orang sepanjang tahun ini.
Menariknya, sebagian besar perusahaan yang melakukan PHK tersebut justru melaporkan kinerja keuangan yang kuat. Oracle membukukan laba bersih kuartalan sebesar US$3,7 miliar, Cloudflare mencatat pendapatan kuartalan tertinggi dalam sejarah perusahaan, sementara bisnis cloud Google dan berbagai layanan AI perusahaan teknologi lainnya terus tumbuh pesat.





























