"Bukan terjangkit, tapi makanan yang disimpan kan bukan barang steril. Artinya mikroba bisa tumbuh di suhu kritis 5 sampai 60 derajat Celsius," ujarnya.
Sejumlah masyarakat mengaku turut merasakan dampak pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Tina, seorang karyawan swasta yang tinggal di Sawangan, Depok, mengatakan rumahnya beberapa kali mengalami pemadaman dalam sepekan terakhir dengan durasi sekitar dua hingga empat jam.
Meski demikian, dia mengaku aktivitas rumah tangganya masih berjalan normal. "Kadang bisa 2-4 jam mati lampunya," kata Tina kepada Bloomberg Technoz, Senin (22/6).
Berbeda dengan Tina, Adit yang tinggal di Bekasi mengaku geram karena rumahnya sudah tiga kali mengalami pemadaman dalam sepekan terakhir tanpa adanya informasi yang jelas.
Dia bahkan mengaku sempat menghubungi PLN, tetapi tidak memperoleh penjelasan. "Sudah 3 kali dalam seminggu ini, tapi anehnya nggak ada informasi sama sekali," katanya kepada Bloomberg Technoz.
Menurut dia, pemadaman tersebut mengganggu pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari dan membuat makanan yang disimpan menjadi tidak lagi segar. "Mending pada mundur deh kalau nggak bisa kerja ya para pejabat," katanya dengan nada kesal.
Keluhan serupa ramai disuarakan pengguna media sosial X. Akun @fearless mengaku telah mengalami pemadaman listrik hingga empat kali dalam sepekan dan khawatir kondisi tersebut merusak lemari pendinginnya.
"Dalam 1 minggu udh 4x mati listrik. kulkas butut gue sepertinya akan mati jika hal ini terus terjadi. yg palaing kasihan pengushaa ayam filet ayam2 nya bau busuk dan terbuang. jualan teh pochi gak bisa di pres hadehhh,"ungkapnya.
Sementara akun @cinnamwl menyebut selama dua pekan terakhir listrik padam hampir setiap hari dengan durasi minimal tiga jam, sehingga membuatnya cemas terhadap bahan makanan di freezer, termasuk ASI perah dan produk makanan segar.
"Uda 2 minggu ini pasti ada aja mati listriknya durasi min 3 jam. Aku liat bahan makanan di freezer juga sedih, apalagi yg punya asip ama usaha makanan fresh beneran sih nangissss,"katanya.
(dec)
































