"Rebound IHSG bisa sustainable dan sehat apabila disertai koreksi-koreksi yang sehat dan bukan kenaikan parabolic," tutur dia.
Secara teknikal, IHSG memang sudah memasuki fase koreksi. Tim Riset MNC Sekuritas menuturkan, IHSG menguat 0,08% ke 6,177 dan disertai dengan munculnya volume pembelian pada perdagangan Jumat lalu, pada timeframe weekly IHSG menguat 2,82% dan masih didominasi oleh volume pembelian.
Namun, volume pembelian tersebut mulai mengecil. Saat ini, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3 dari wave (C).
"Hal tersebut berarti, IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji 6,328-6,545, namun demikian cermati area koreksi terdekat pada rentang 6,127-6,161."
Sepanjang pekan lalu, IHSG tercatat menguat hingga 2,82% ke level 6.117 pada penutupan perdagangan Jumat, yang turut membuat nilai kapitalisasi pasar ikut naik 2,51% menjadi Rp10.778 triliun.
IHSG sempat berada di titik terendahnya atau all time low pada 8 Juni 2026 lalu yang terjun ke level 5.342. Tetapi, kini membaik dan kembali ke level di atas 6.000.
(dhf)


























