Logo Bloomberg Technoz

Tercatat masih ada penguatan di 177 saham, dan sebanyak–banyaknya 495 saham terjadi pelemahan. Sisanya 138 saham stagnan.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar, atau saham big caps jadi pemberat IHSG sepanjang perdagangan hari ini. Saham–saham perindustrian, saham konsumen non primer, dan saham keuangan mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing–masing melemah mencapai 2,31%, 2,17% dan 2,11%.

Melemahnya IHSG merupakan efek langsung dari kejatuhan sejumlah saham seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang amblas 2% dan saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang juga terpeleset 2%. Hingga dengan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 3,69%.

Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg pada Senin (22/6/2026).

  1. Bank Central Asia (BBCA) mengurangi 14,12 poin
  2. Telkom Indonesia (TLKM) mengurangi 6,29 poin
  3. Bank Mandiri (BMRI) mengurangi 6,29 poin
  4. Sinar Mas Multiartha (SMMA) mengurangi 6,09 poin
  5. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengurangi 4,73 poin
  6. Bumi Resources Minerals (BRMS) mengurangi 4,52 poin
  7. Barito Pacific (BRPT) mengurangi 4,24 poin
  8. Impack Pratama Industri (IMPC) mengurangi 3,5 poin
  9. Merdeka Gold Resources (EMAS) mengurangi 3,37 poin
  10. Bank Negara Indonesia (BBNI) mengurangi 2,93 poin


Konflik Timur Tengah Masih Jadi Isu

Ketidakpastian atas konflik Timur Tengah terus berlanjut sementara para tim perunding dari AS dan Iran berdialog di Swiss, mengutip Phillip Sekuritas Indonesia.

Sentimen pasar terguncang setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran tentang potensi aksi militer tambahan kecuali Iran mengambil langkah untuk mengendalikan kelompok Hizbullah yang beroperasi di Libanon. 

Komentar tersebut muncul ketika Wakil Presiden ASD JD Vance membuka babak baru pembicaraan diplomatik dengan perwakilan Iran di Swiss.

Perundingan damai antara AS dan Iran untuk mencapai kesepakatan yang permanen guna menyudahi perang diperkirakan akan berlanjut hari ini.

Pembicaraan AS-Iran dimulai pada hari Minggu, setelah sepakat pekan lalu untuk mencoba mencapai perdamaian dalam 60 hari.

Selain itu, seperti yang dilaporkan Bloomberg News, demi meredam ketegangan di jalur logistik global, AS dan Iran sepakat membuka jalur komunikasi langsung. Langkah ini dirancang untuk meminimalkan potensi salah paham di lapangan, sekaligus memberikan jaminan keamanan penuh bagi kapal-kapal niaga internasional yang melintasi Selat Hormuz.

“Pasar melihat kesepakatan Iran ini masih rapuh, tetapi belum cukup rapuh untuk memicu penilaian ulang secara agresif terhadap risiko geopolitik pada tahap ini,” papar Dilin Wu, analis strategi dari Pepperstone Group, dalam dengar pendapat di Bloomberg Television.

Pertemuan tingkat tinggi di resor Bürgenstock, Swiss, berlangsung beberapa hari setelah dimulainya jendela negosiasi selama 60 hari, setelah Trump menandatangani sebuah nota kesepahaman pekan lalu yang memulai proses deeskalasi.

Seorang pejabat yang mengetahui jalannya pembicaraan dan meminta agar tidak disebutkan namanya karena membahas informasi sensitif mengatakan bahwa penyelesaian konflik di Libanon akan menjadi penentu keberhasilan perundingan di Swiss.

(fad)

No more pages