Permintaan Departemen Perdagangan AS kepada Anthropic, yang diterbitkan pekan lalu, merupakan intervensi paling signifikan yang pernah dilakukan pemerintah AS hingga saat ini terhadap operasi sebuah perusahaan AI. Hal yang menimbulkan tantangan baru bagi Anthropic beberapa pekan setelah perusahaan tersebut secara rahasia mengajukan penawaran umum perdana (IPO), dengan valuasi terbarunya melampaui US$900 miliar.
Staf teknis senior Anthropic bertemu dengan pejabat pemerintahan Trump pekan ini saat startup tersebut berusaha meredakan kekhawatiran pemerintah.
Presiden mengatakan ia tidak akan menutup Anthropic, dengan alasan bahwa AS sedang unggul atas China dalam persaingan AI.
“Saya memang bisa melakukannya, tapi saya tidak yakin harus melakukannya. Menurut saya, sejauh ini mereka telah bertindak sangat bertanggung jawab,” urai dia dalam wawancara tersebut.
Perselisihan mengenai akses ke model-model baru Anthropic menandai bentrokan terbaru antara pemerintah dan perusahaan tersebut.
Anthropic telah terlibat dalam berbulan-bulan mengenai perselisihan dengan Pentagon mengenai langkah-langkah pengamanan tambahan yang diminta perusahaan tersebut untuk penggunaan alat AI-nya oleh militer.
Pada Maret, setelah pembicaraan kontrak menemui jalan buntu, Departemen Pertahanan menyatakan Anthropic sebagai risiko rantai pasokan, dan kini sedang berupaya mencari penyedia AI lain untuk angkatan bersenjata.
(red)






























