Logo Bloomberg Technoz

"Saya hanya bisa berada di sana selama satu atau dua hari," ujar Vance kepada para jurnalis sebelum pesawatnya lepas landas. "Saya berharap kita dapat membuat kemajuan dalam isu nuklir serta isu gencatan senjata di Lebanon."

Kantor berita pemerintah Iran, IRIB News, melaporkan bahwa delegasi Teheran terdiri atas Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, dan Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati.

Vance menambahkan bahwa target utama saat ini adalah menetapkan "struktur negosiasi yang riil" di lapangan, guna melanjutkan pembahasan tingkat teknis di Swiss yang sebelumnya melibatkan dua negosiator urusan internasional Trump, Jared Kushner dan Steve Witkoff.

Pada Jumat, Donald Trump menyatakan kedua belah pihak masih memiliki waktu untuk menuntaskan kesepakatan, sembari melontarkan ancaman terselubung kepada Iran.

"Jika tidak, kami akan melakukan hal-hal yang tidak akan membuat mereka senang. Tapi saya rasa situasinya tidak akan sampai ke sana," cetus Trump. "Saya pikir hasilnya akan sangat baik."

Rute transit Hormuz muncul. (Sumber: Bloomberg)

Pengumuman Iran mengenai penutupan kembali Selat Hormuz menimbulkan bayang-bayang terhadap proses perundingan tersebut, meskipun dampak langsung terhadap lalu lintas kapal belum dapat dipastikan. Bahkan sebelum gencatan senjata terbaru diumumkan, jutaan barel minyak tetap mengalir keluar melalui jalur tersebut setiap hari.

Langkah terbaru Iran kemungkinan akan membuat pemilik kapal yang lebih berhati-hati, terutama mereka yang kapalnya telah terjebak berbulan-bulan di kawasan Hormuz, semakin enggan untuk berlayar keluar. Sebelumnya pada Sabtu, pasukan angkatan laut Barat menyatakan bahwa kapal yang menggunakan koridor tersebut dapat melintas kapan saja, baik dengan sinyal satelit menyala maupun dimatikan.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz meningkat pada Sabtu, dengan 55 kapal dagang mengangkut kargo serta lebih dari 17 juta barel minyak melintasi jalur tersebut.

“Iran mengumumkan penutupan selat, tetapi belum jelas apakah itu lebih dari sekadar retorika,” kata Daniel Shapiro, mantan Duta Besar AS untuk Israel dan peneliti senior di Atlantic Council. “Di saat yang sama, mereka mengirim negosiator ke Swiss. Itu menunjukkan mereka tidak ingin kehilangan manfaat yang dijanjikan dalam nota kesepahaman ini.”

Serangan Israel sebelumnya di Lebanon juga telah memperumit pembicaraan antara Washington dan Teheran, yang secara konsisten berupaya mengaitkan hubungan Israel dengan keterlibatan Amerika Serikat.

Teheran memandang AS memiliki “tanggung jawab langsung” atas situasi di Lebanon dan operasi militer Israel, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei dalam pernyataan yang dikutip kantor berita IRNA.

Vance berpendapat bahwa “situasi mulai sedikit mereda” antara Israel dan Hizbullah.

“Ini akan menjadi sesuatu yang harus terus kami kelola untuk memastikan bahwa Israel dan Lebanon sama-sama aman dan terlindungi,” kata Vance. “Masalah besarnya adalah seseorang menembak, lalu pihak lain membalas, sehingga muncul situasi seperti dilema ayam dan telur.”

Israel bersikeras akan mempertahankan pasukannya di wilayah perbatasan hingga yakin Hizbullah tidak lagi menjadi ancaman.

“Israel akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon selatan selama diperlukan untuk melindungi komunitas-komunitas di wilayah utara,” kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam unggahan media sosial pada Jumat.

Trump sebelumnya telah menunjukkan ketidaksenangannya terhadap Netanyahu atas sejumlah serangan yang menurutnya berisiko menggagalkan proses pembicaraan AS-Iran.

“Israel memiliki hak untuk membela diri,” kata Vance kepada wartawan pada Kamis. “Namun pada dasarnya, Israel, sama seperti pihak lain, harus menghormati proses perdamaian ini yang pada dasarnya baik bagi mereka dan baik bagi seluruh kawasan.”

Nota kesepahaman AS-Iran mendorong Washington mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan menjanjikan pelonggaran sanksi yang selama ini menghambat ekspor minyak mentah Iran. Sebagai imbalannya, Iran berjanji membuka kembali Selat Hormuz, jalur yang menjadi rute sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Namun Teheran juga memperingatkan bahwa kapal-kapal yang melintas harus memperoleh izin dari Iran dan memiliki asuransi wajib.

AS, negara-negara Eropa, dan negara-negara Arab di Teluk menolak gagasan Iran untuk mengenakan biaya kepada kapal yang melintasi jalur tersebut.

Trump menulis dalam unggahan media sosial pada Sabtu bahwa tidak boleh ada pungutan selama maupun setelah masa negosiasi 60 hari, “kecuali jika pungutan tersebut diberlakukan oleh dan untuk Amerika Serikat.”

(bbn)

No more pages