Lokasi tersebut dipilih sebab diklaim merupakan area yang relatif steril, tidak terdapat aktivitas wisatawan yang berenang, maupun nelayan yang sedang mencari ikan.
Di sisi lain, kepolisian setempat juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi tongkang guna mengantisipasi potensi tindak pidana, khususnya pencurian atau penjarahan muatan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Selain itu, kepolisian juga berkoordinasi dengan kapten kapal, agen pelayaran, perusahaan terkait, serta masyarakat setempat untuk menjaga status quo lokasi kejadian sambil menunggu proses evakuasi,” ungkapnya.
Adapun, terdapat 10 awal kapal termasuk kapten kapal dalam kapal pengangkut tongkang tersebut, seluruhnya dalam kondisi selamat.
Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, saat ini sejumlah muatan batu bara dari tongkang tersebut sudah meluber dan terbawa arus ke pesisir Pantai Sukaresik hingga mengakibatkan air laut di pesisir pantai menghitam.
(azr/wdh)



























