Logo Bloomberg Technoz

Seiring mulai berlakunya kesepakatan tersebut, kapal-kapal komersial kembali menggunakan jalur pelayaran strategis itu setelah AS menyatakan berakhirnya blokade, membantu meredakan kekhawatiran akan guncangan berkepanjangan terhadap pasokan energi global. 

Perhatian kini beralih ke pembicaraan mengenai program nuklir Teheran, ketahanan gencatan senjata, serta apakah harga minyak yang lebih rendah dan tekanan inflasi yang mereda dapat dipertahankan.

“Kemajuan menuju pemulihan pasokan minyak dari Teluk Persia telah mendukung harga saham,” kata Ian Lyngen dari BMO Capital Markets. 

“Biaya energi yang lebih rendah juga telah meredakan kekhawatiran inflasi ke depan dan menyebabkan penurunan yang berarti pada imbal hasil obligasi Treasury berjangka panjang.”

Stocks Climb After US-Iran Deal. (Sumber: Bloomberg)

Wakil Presiden AS JD Vance meremehkan kekhawatiran bahwa Iran pada akhirnya dapat mengenakan biaya atau tarif kepada kapal-kapal yang melintas di jalur perairan energi yang vital tersebut. Sebelumnya pada Kamis, Trump menulis di Truth Social bahwa “minyak sedang mengalir.”

Obligasi pemerintah AS (Treasuries) pulih dari aksi jual setelah Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, memposisikan dirinya sebagai sosok yang kredibel dalam memerangi inflasi.

Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor dua tahun stabil di sekitar 4,18% pada Kamis, setelah mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu tahun pada Rabu ketika para pelaku pasar meningkatkan taruhan bahwa suku bunga akan kembali dinaikkan. Sementara itu, obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun menguat, menandakan pasar meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam jangka panjang. Imbal hasilnya turun tiga basis poin menjadi 4,9%.

Menurut Fawad Razaqzada dari Forex.com, jika biaya energi yang lebih rendah terus tercermin dalam data inflasi, para pembuat kebijakan pada akhirnya mungkin memiliki alasan yang cukup untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah dalam jangka waktu yang lebih lama daripada menaikkannya.

“Pandangan saya tetap bahwa inflasi akan melambat secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang, dan hal ini mungkin memungkinkan The Fed mempertahankan pengaturan kebijakan saat ini daripada melakukan pengetatan tambahan,” ujarnya.

Sementara itu, Bank of England mempertahankan suku bunga pada level 3,75%, dengan menyatakan bahwa penurunan harga minyak baru-baru ini merupakan perkembangan yang “menggembirakan.” Meski demikian, dua dari sembilan anggota komite kebijakan moneter memilih kenaikan suku bunga seperempat poin secara langsung karena khawatir inflasi akan tetap tinggi.

Beberapa pergerakan utama di pasar:

Saham

  • Kontrak berjangka S&P 500 relatif tidak berubah hingga pukul 07.01 waktu Tokyo
  • Kontrak berjangka Hang Seng turun 0,2%
  • Kontrak berjangka S&P/ASX 200 turun 0,6%

Mata Uang

  • Indeks Bloomberg Dollar Spot naik 0,3%
  • Euro relatif tidak berubah di US$1,1460
  • Yen Jepang relatif tidak berubah di 161,42 per dolar AS
  • Yuan offshore relatif tidak berubah di 6,7785 per dolar AS
  • Dolar Australia relatif tidak berubah di US$0,7015

Kripto

  • Bitcoin turun 0,2% menjadi US$62.911,2
  • Ether turun 0,1% menjadi US$1.706,23

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,2% menjadi US$76,48 per barel
  • Emas spot relatif tidak berubah

(bbn)

No more pages