Logo Bloomberg Technoz

Minyak Melandai, Ruang Penurunan Harga Pertamax Terbuka Lebar

Azura Yumna Ramadani Purnama
18 June 2026 12:20

Petugas mengisi BBM jenis Pertamax di SPBU Pertamina Rest Area Tol Tangerang-Jakarta KM 14, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petugas mengisi BBM jenis Pertamax di SPBU Pertamina Rest Area Tol Tangerang-Jakarta KM 14, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar industri minyak dan gas (migas) menilai ruang penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) RON 92 atau Pertamax saat ini terbuka lebar, seiring dengan turunnya harga minyak dunia gegara rencana perdamaian Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) Moshe Rizal menilai kenaikan harga Pertamax hingga 32% menjadi Rp16.250/liter pada 10 Juni sebenarnya dapat dipahami, sebab bensin nonsubsidi RON 92 tersebut tidak mengalami penyesuaian ketika minyak dunia menembus US$100/barel.

Akan tetapi, saat ini harga minyak dunia mulai bergerak di bawah US$80/barel, sehingga ruang untuk menurunkan harga Pertamax sudah terbuka lebar.


Dia menilai langkah tersebut tinggal menunggu kemauan politik dari pemerintah untuk menugaskan PT Pertamina (Persero).

Nah sekarang sudah enggak ada alasan lagi untuk harga naik, kita lihat ya Pertamina sekarang dituntut untuk turun dong, lah harga kan minyak sudah sudah turu. Nah sekarang enggak ada alasan lagi untuk naik,” kata Moshe ketika dihubungi, Kamis (18/6/2026).

Pelanggan mengantre di sebuah SPBU PT Pertamina di Silaut, Sumatera Barat, Indonesia./Bloomberg-Muhammad Fadli