Kenaikan ini terjadi seiring para investor menanti berbagai peristiwa penting yang akan memengaruhi latar belakang makroekonomi dan geopolitik.
Rabu adalah hari yang menandai keputusan suku bunga pertama bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve di bawah kepemimpinan ketua baru Kevin Warsh, yang memicu perhatian ekstra terhadap gaya komunikasi dalam konferensi pers. Selain itu, AS dan Iran dijadwalkan akan menandatangani secara resmi perjanjian damai sementara pada hari Jumat.
Sebagian dari volatilitas perdagangan intraday yang terlihat pada saham SpaceX dapat dikaitkan dengan jumlah free folat yang rendah, hal yang mungkin juga mendorong kenaikan harga sahamnya. Hanya ada porsi yang relatif kecil dari saham SpaceX yang tersedia untuk diperdagangkan, dengan hanya sekitar 4,2% dari total saham yang tersedia pada hari pertama.
Sejalan berakhirnya periode lock-up yang mencegah pihak internal menjual saham dalam beberapa bulan mendatang, hal ini berpotensi menambah tekanan penurunan pada harga saham.
Ada juga peluang saham SpaceX dimasukkan ke dalam indeks dalam beberapa minggu mendatang. Nasdaq Inc. telah mengubah aturannya untuk mempercepat masuknya saham perusahaan-perusahaan raksasa seperti SpaceX ke dalam indeks, yang akan memaksa dana-dana yang mengikuti indeks seperti Nasdaq 100 untuk membeli saham tersebut.
S&P Dow Jones Indices memutuskan untuk tidak mengubah aturannya guna mempercepat masuknya IPO baru, yang berarti SpaceX tidak akan langsung dimasukkan ke dalam S&P 500.
Pembelian paksa tersebut akan menopang harga saham. Namun, untuk sementara ini, beberapa investor mungkin memilih untuk tetap berada di sudut pasar SpaceX karena mengetahui bahwa mereka akan memiliki investasi pasif dalam saham tersebut begitu saham tersebut ditambahkan ke dalam indeks.
“Hal ini bisa jadi berkaitan dengan fakta bahwa beberapa investor berpendapat, ‘saya tidak akan panik karena jika Anda mampu melakukannya, silakan saja ikuti pergerakan indeks tersebut dengan instrumen investasi, dan Anda sudah mendapatkan eksposur,’” kata Shelby McFaddin, seorang manajer portofolio di Motley Fool Asset Management.
(bbn)




























