Logo Bloomberg Technoz

Salah satu fitur utama Android yang sudah tersedia saat ini adalah Bubbles, yang memungkinkan pengguna mengompres aplikasi apa pun yang sedang berjalan menjadi gelembung mengambang yang disematkan dan tetap berada di layar, alhasil memudahkan untuk kembali ke aplikasi tersebut dengan cepat. 

Ambil contoh, pengguna dapat menempatkan Google Keep dalam bubble untuk membuka daftar belanja atau menulis catatan singkat saat sedang menelepon. Atau, pengguna mungkin memilih agar pesan teks mereka tetap terlihat setiap saat, tanpa harus membuka pengalih aplikasi multitasking biasa.

Bubbles dapat ditumpuk satu di atas yang lain dan ditarik ke mana saja pada layar ke titik mana pun yang paling nyaman. Pada perangkat lipat, di mana pengguna memiliki ekspektasi lebih tinggi terhadap kemampuan multitasking, Google telah menambahkan bagian khusus Bubbles ke taskbar. 

Fitur baru untuk para kreator, Screen Reactions, memungkinkan pengguna merekam video yang ditampilkan di atas apa pun yang sedang tampil pada layar ponsel. Format ini telah menjadi sangat populer di berbagai platform media sosial sehingga Google kini mengintegrasikannya langsung ke dalam Android agar pengguna tidak tergoda untuk beralih ke aplikasi pihak ketiga seperti CapCut dan Instagram Edits.

Android 17 turut menyediakan beberapa peningkatan baru dalam hal keamanan dan privasi. Pengguna dapat memberi izin lokasi sekali kepada aplikasi, daripada dipaksa membuat keputusan “semua atau tidak sama sekali (all-or-nothing)”.

Google menyatakan bahwa “lokasi perkiraan” akan secara pintar diperluas ke area yang lebih luas bagi pengguna di wilayah berpenduduk jarang guna membantu menjaga privasi. Sementara itu, Lost Mode kini memiliki batasan yang lebih ketat, mengharuskan metode biometrik untuk membuka kunci perangkat bersama dengan kode PIN agar pencuri lebih sulit mengaksesnya.

Perubahan lain dalam rilis Android 17:

  1. Pilihan untuk mengaktifkan mode gelap (dark mode) hanya pada aplikasi tertentu.

  2. Interface baru yang lebih intuitif untuk menyesuaikan tampilan multitasking layar terbagi di Android.

  3. Fleksibilitas kontrol bagi pengguna alat bantu dengar (hearing aids), yang memungkinkan mereka memilih stream audio mana yang akan dialihkan ke alat bantu dengar dan mana yang akan diputar melalui speaker ponsel.

Google selanjutnya telah memperbarui sistem operasi jam tangan pintar Wear OS-nya dengan daya tahan baterai yang lebih lama, pembaruan langsung, dan interoperabilitas yang lebih baik dengan perangkat terhubung seperti kacamata pintar. 

Google berencana meluncurkan kacamata berbasis audio pertamanya pada musim gugur ini, dan telah mengambil langkah-langkah preventif untuk memastikan perangkat tersebut berfungsi dengan baik bersama perangkat Android lainnya.

Sama seperti ponsel Android, Wear OS 7 juga akan diperbarui pada akhir musim panas ini dengan fitur-fitur Gemini Intelligence yang baru, termasuk Create My Widget, otomatisasi aplikasi multi-langkah, dan pengalaman pengguna yang didesain ulang untuk asisten AI Google.

(bbn)

No more pages