Logo Bloomberg Technoz

Penurunan posisi aset finansial luar negeri juga dipengaruhi oleh pelemahan harga aset dan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang negara penempatan aset, di tengah meningkatnya posisi aset investasi langsung, investasi portofolio, dan investasi lainnya.

Posisi kewajiban finansial luar negeri Indonesia menurun di tengah aliran masuk modal asing pada investasi langsung dan investasi portofolio yang tetap terjaga.

Posisi kewajiban finansial luar negeri Indonesia pada akhir kuartal I 2026 tercatat sebesar US$784,3 miliar, turun sebesar 5,8% (qtq) dari US$832,6 miliar pada akhir kuartal IV 2025. Penurunan tersebut terutama bersumber dari pelemahan nilai instrumen keuangan domestik di tengah kinerja investasi langsung yang tetap membukukan surplus yang mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik.

Posisi investasi portofolio dan investasi lainnya menurun sejalan dengan pembayaran surat utang sektor swasta dan pinjaman luar negeri yang jatuh tempo. Selain itu, posisi kewajiban finansial luar negeri juga dipengaruhi oleh pelemahan harga saham dan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk Rupiah.

Bank Indonesia memandang perkembangan posisi investasi internasional Indonesia pada triwulan I 2026 tetap terjaga, sehingga mendukung ketahanan eksternal. Hal ini tecermin dari rasio posisi investasi internasional Indonesia terhadap PDB pada triwulan I 2026 sebesar 15,5%, lebih rendah dibandingkan 18,9% pada triwulan IV 2025. 

Selain itu, struktur kewajiban posisi investasi internasional Indonesia juga didominasi oleh instrumen berjangka panjang (92,5%) terutama dalam bentuk investasi langsung. 

Ke depan, BI senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek PII Indonesia dan terus memperkuat respons bauran kebijakan yang didukung sinergi kebijakan yang erat dengan pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal. Selain itu, bank sentral akan terus memantau potensi risiko terkait kewajiban neto PII terhadap perekonomian.

(lav)

No more pages