Logo Bloomberg Technoz

Akibat proyeksi Broadcom yang mendapat sambutan negatif, para investor mulai menjauhi sektor AI, yang sempat mengalami kebangkitan dalam beberapa pekan terakhir dan memberikan dorongan bagi pasar saham AS. 

Kecemasan itu semakin diperparah oleh pernyataan dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) mengenai pasokan chip global yang tidak mampu memenuhi permintaan yang didorong oleh AI.

“Masalah utama pada sektor teknologi adalah ekspektasi yang sangat tinggi,” kata Adam Crisafulli dari Vital Knowledge. Tidak ada laporan laba dalam beberapa hari terakhir yang “secara fundamental ‘buruk’, namun standar ekspektasi menjadi terlalu tinggi setelah beberapa pekan kenaikan parabolik dan psikologi pasar yang euforia,” terang Crisafulli.

Iran dan Pasar Tenaga Kerja

DPR AS yang dikuasai Partai Republik pada Rabu lalu melakukan pemungutan suara untuk menghentikan perang dengan Iran, bertentangan dengan Presiden Donald Trump.

Hasil pemungutan suara 215-208 menunjukkan bahwa anggota partai presiden sendiri khawatir perang akan meluas, dengan sisa waktu lima bulan menjelang pemilu tengah periode.

Pemungutan suara tersebut terjadi usai eskalasi paling serius antara pihak-pihak yang bertikai sejak gencatan senjata berlaku, dengan Kuwait dan Bahrain terjebak dalam peperangan. Ketegangan yang meningkat menjadi tema utama pekan ini, dengan operasi Israel di Lebanon semakin memperumit situasi.

“Meskipun resolusi tersebut kemungkinan besar tak akan langsung memengaruhi operasi militer, karena masih memerlukan persetujuan Senat, pemungutan suara ini menunjukkan meningkatnya penolakan terhadap perang yang berkepanjangan,” kata tim strategi Saxo.

Sebelumnya, Iran sebut tidak ada kemajuan terbaru dalam pembicaraan dengan AS terkait kesepakatan damai sementara. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada Rabu malam bahwa “tidak ada kemajuan nyata yang dicapai dalam proses negosiasi” dengan AS, menurut kantor berita Tasnim.

Sektor tenaga kerja menjadi fokus utama para pedagang minggu ini. Permohonan baru tunjangan pengangguran AS naik pekan lalu ke level tertinggi sejak Februari. Sementara itu, data dari Challenger, Gray & Christmas Inc. menunjukkan perusahaan teknologi AS mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terbanyak dalam hampir dua tahun pada bulan lalu.

Kini, para pelaku pasar menanti laporan ketenagakerjaan bulanan, yang akan dirilis pada Jumat.

“Konflik AS-Iran dan AI terus mendominasi narasi di pasar, namun laporan ketenagakerjaan besok tetap sangat penting bagi pasar karena pasar tenaga kerja yang kuat merupakan penyeimbang kritis bagi konsumen di tengah inflasi tinggi,” jelas Tom Essaye dari Sevens Report.

“Pasar tenaga kerja yang ‘terlalu ketat’ berisiko meningkatkan peluang kenaikan suku bunga The Fed lebih cepat dari yang diperkirakan.”

(bbn)

No more pages