Vera merupakan mikroprosesor pusat data mandiri pertama dari Nvidia yang bersaing langsung dengan lini produk Xeon dari Intel Corp., chip Epyc dari Advanced Micro Devices Inc., serta program internal operator berskala besar seperti Graviton dari Amazon.com Inc.
Pada bulan lalu, Jensen Huang mengatakan bahwa Nvidia terus mendapatkan pangsa pasar di pelanggan seperti Amazon, meskipun mereka berusaha secara mandiri dalam hal komponen. Dia juga terus menegaskan bahwa Nvidia merupakan satu-satunya perusahaan yang memproduksi semua komponen yang dibutuhkan operator pusat data dan telah mengintegrasikannya ke dalam komputer sedemikian rupa sehingga bahkan pelanggan dengan keahlian terbatas pun dapat menggunakannya dengan cepat.
Jensen Huang mengatakan bahwa Vera 1,8 kali lebih cepat dalam beban kerja AI esensial dibandingkan chip berbasis teknologi Intel yang dikenal sebagai x86. Ini adalah pertama kalinya Nvidia menantang perbandingan kinerja terhadap produk yang hingga kini menjadi standar industri.
Secara terpisah, Nvidia memperbarui dan memperluas penawaran software mereka untuk merencanakan, mengimplementasikan, dan memantau komputer pusat data. Pengguna dapat menggunakan produk open source DSX sebanyak atau sesedikit yang mereka inginkan, ungkap Nvidia.
Penawaran baru ini hadir dengan manfaat memungkinkan pengelolaan dan pemantauan listrik yang dibutuhkan pusat data secara jauh lebih efisien, klaim Nvidia.
Hal ini kemudian dapat memungkinkan mereka menggunakan hingga 40% lebih banyak chip akselerator Nvidia dalam anggaran daya yang sama, sebuah keunggulan besar, klaim produsen chip tersebut.
Nvidia juga menawarkan komputer workstation kelas atas terbaru bekerja sama dengan mitra produsen PC. Nvidia DGX Station untuk Windows akan membantu perusahaan yang menggunakan Windows dari Microsoft Corp. dalam mengembangkan dan menerapkan software AI, cerita Nvidia. Dell Technologies Inc. dan produsen komputer lainnya akan mulai menjual perangkat tersebut pada kuartal keempat 2026.
Dalam upaya memacu pasar robot humanoid yang masih baru, Nvidia mengatakan bahwa mereka bekerja sama dengan produsen robot China, Unitree, untuk memproduksi massal mesin humanoid yang akan mempercepat kemampuan para peneliti untuk mengerjakan teknologi tersebut dan menghasilkan perangkat yang siap digunakan di dunia nyata.
Kini laboratorium menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengerjakan “Frankenrobots” yang perlu disiapkan dan diatur secara tepat sebelum dapat digunakan untuk penelitian, kata produsen chip tersebut. Hasil kolaborasi ini akan dilengkapi dengan tangan berjari lima serta chip dan perangkat lunak bawaan yang akan memastikan robot tersebut langsung dapat digunakan begitu dikeluarkan dari kemasannya, pungkas Nvidia.
(bbn)
































