Logo Bloomberg Technoz

Prospek yang lebih baik tersebut menunjukkan bahwa strateginya membuahkan hasil seiring perusahaan memusatkan perhatian pada kategori bra dan merek Pink yang menyasar konsumen usia muda. Perusahaan baru-baru ini mengubah kode sahamnya menjadi VSXY sebagai bagian dari upaya reposisi merek.

Super juga harus menghadapi tekanan dari para investor. Perusahaan investasi miliarder Brett Blundy, BBRC International Pte., telah mendesak pemegang saham untuk memberikan suara menentang ketua dewan Donna Jamesserta mengkritik pengawasan manajemen perusahaan atas pengambilan keputusan yang buruk yang menyebabkan penurunan penjualan selama bertahun-tahun.

Namun, kelemahan tersebut kini tampaknya telah berlalu, dengan perusahaan membukukan pertumbuhan pendapatan tahunan selama empat kuartal berturut-turut.

Dalam wawancara, Super mengatakan bahwa bra Victoria’s Secret telah berhasil meningkatkan pangsa pasar, khususnya di kalangan konsumen berusia 18 hingga 44 tahun. “Konsumen kami sangat kuat,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa peritel tersebut mencatat pertumbuhan terbesar pada kelompok dengan pendapatan tahunan di bawah US$50.000 dan di atas US$200.000. Para eksekutif juga menyoroti meningkatnya penjualan produk yang tidak didiskon pada kuartal tersebut dalam konferensi dengan para analis.

Analis Jefferies, Corey Tarlowe, mengatakan bahwa hasil tersebut menegaskan adanya “titik balik yang jelas dalam bisnis,” seraya menambahkan bahwa Victoria’s Secret berhasil mempertahankan pelanggan intinya sekaligus menarik pelanggan baru.

Pemungutan suara pemegang saham Victoria’s Secret dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni dalam rapat umum tahunan perusahaan.

Super mengatakan bahwa dirinya hanya berkomunikasi dengan BBRC dalam pertemuan investor triwulanan. Sementara itu, Barington Capital, investor aktivis yang sebelumnya mendorong perubahan di perusahaan tersebut, kini telah melepas investasinya.

(bbn)

No more pages