ClickUp belum lama merilis 3.000 agen AI yang secara internal mampu bekerja dengan skala kerumitan tinggi, menggantikan para karyawan.
Ketimbang mereka yang bertahap bekerja sendiri, mereka didorong mengarahkan agen-agen ini dan pada akhirnya meninjau hasilnya untuk memastikan bahwa output pekerjaan memenuhi standar perusahaan.
Evans jadi sosok pemimpin yang yakin akan peningkatan produktivitas dari agen AI. “Alih-alih menggemakan biaya simbolis, kami percaya akan nilai yang diciptakan dan waktu yang dihemat,” tulis Evans, seperti juga dilaporkan TechCrunch.
Produktivitas memang menjadi kata kunci perusahaan menerapkan agen AI, dimana sebuah survei terbaru Gartner memperkuat argumen tersebut.
Dinyatakan bahwa sekitar 80% perusahaan yang menggunakan teknologi otonom telah melakukan PHK. Namun, studi yang sama menemukan bahwa pengurangan tenaga kerja tersebut belum tentu menghasilkan keuntungan finansial berarti.
Today we reduced headcount by 22%. The business is the strongest it's ever been. So I think it's important to be direct about what I'm seeing and why.
— Zeb Evans (@DJ_CURFEW) May 21, 2026
First, I made this decision and I own it. I did it because the way to operate at the highest level of productivity is changing,…
(red)






























