“Mereka sampaikan betapa besarnya harapan terhadap pasar modal Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa potensi kita luar biasa besar, maka dari itu momentum emas ini tidak boleh kita sia-siakan,” ujar Luhut.
Selain sektor pasar modal, peningkatan angka kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) pada Bank Perekonomian Rakyat (BPR) juga menjadi fokus perhatian dalam diskusi. DEN meminta OJK melakukan penguatan secara menyeluruh agar kondisi BPR tidak menjadi risiko baru yang berdampak pada masyarakat kecil dan pelaku usaha di daerah.
Sebagai otoritas pengawas, OJK diminta untuk bersikap jeli, lincah mengambil keputusan, serta tetap mengutamakan tata kelola atau governance dan manajemen risiko dalam mendukung program prioritas pemerintah. Di akhir arahannya, Luhut menegaskan agar jajaran OJK tidak perlu khawatir dalam menjalankan tugasnya selama tetap patuh pada regulasi.
"Membangun kepercayaan terhadap perekonomian bangsa bukan hanya tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.
(ain)






























