“Kita perlu melakukan refocusing (pengalihan fokus kembali) terhadap belanja-belanja yang lain dan itu sudah kita lakukan. Dengan upaya refocusing, upaya pengendalian belanja, upaya mendorong pendapatan, maka defisit fiskal kita bisa kita jaga di 2,9% tahun ini. Mudah-mudahan ini sebagai basis yang kuat bagi perencanaan kita di 2027 ke depan,” ungkapnya.
Untuk 2027, pemerintah mengusung strategi pembangunan ekonomi 'pro-growth dan pro-welfare' melalui berbagai program prioritas nasional seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, pendidikan, kesehatan, hilirisasi industri, dan pemerataan ekonomi.
“Saatnya kita untuk tumbuh lebih tinggi, sejahtera lebih cepat. Kalau kita tidak tumbuh tinggi di tahun-tahun ke depan ini, maka kita benar-benar akan masuk ke dalam jebakan pendapatan menengah atau middle income trap," ujar Juda.
"Beyond dari 2000, katakanlah 2035, kita mulai menua penduduknya. Jangan sampai kita terjebak pada middle income trap yang menyebabkan kita tua sebelum kaya,” tutupnya.
(lav)






























