Kinerja Keuangan Kuartal I–2026:
- Laba Bersih: Rugi Rp425 miliar
- Pendapatan: Rp2,36 triliun
- EPS (Earnings per Share): minus Rp4,1 per saham
Risiko dan Tantangan
Bersamaan dengan harga saham yang terus menurun, investor juga gigit jari imbas tidak ada pembagian dividen. BUKA memang belum pernah membagikan dividen kepada para pemegang saham sejak penawaran saham perdana (IPO).
Sustainability model bisnis, arah transformasi perusahaan, hingga laba perusahaan masih fluktuatif. Artinya, profitabilitas atas performa BUKA belum konsisten, bottom line masih tertekan.
Margin bisnis yang dijalani saat ini terbilang tipis, mencermati mayoritas pendapatan BUKA berasal dari voucher game, produk virtual, hingga token digital, yang pada umumnya memiliki gross margin rendah dan kompetisi harga yang tinggi.
Lebih luas, sentimen terhadap saham teknologi juga belum membaik di pasar. BUKA masih amat dipengaruhi oleh suku bunga global yang masih berada di level tinggi (belum ada prospek pemangkasan suku bunga acuan saat ini), hingga risk appetite investor.
Prospek dan Sentimen Pasar
Biarpun tengah menghadapi berbagai tantangan, BUKA menunjukkan beberapa indikator yang menarik dicermati: utamanya adalah outlook transformasi bisnis dibanding 2022–2024.
Pada kuartal I–2026, pendapatan berhasil tumbuh menjadi Rp2,37 triliun, membuat adjusted EBITDA berubah positif Rp4 miliar, dari yang sebelumnya masih negatif Rp20 miliar. Artinya, transformasi bisnis mulai menunjukkan hasil.
Dari segi segmentasi, pasar gaming Indonesia terus bertumbuh, transaksi digital gaming juga meningkat. Pada kuartal I–2026, segmen gaming menggenggam peranan penting, menyumbang Rp2,1 triliun, atau mayoritas total pendapatan perusahaan.
Penurunan harga saham BUKA juga memperlihatkan ‘bad timing IPO’ yang dilakukan pada saat puncak valuasi saham teknologi, berangsur–angsur sentimen global terhadap saham teknologi juga melemah.
Biarpun terdapat beberapa indikator positif, investor disarankan untuk berhati–hati dan mempertimbangkan risiko yang ada sebelum mengambil keputusan investasi.
Konsensus Pasar
Terdapat 10 analis yang mengamati saham BUKA berdasarkan konsensus yang dihimpun Bloomberg. Sebanyak 70% di antaranya atau 7 analis memberikan rekomendasi beli (buy).
Sisanya, dua analis menyarankan tahan, dan hanya satu yang memberi rekomendasi jual. Target harga konsensus Bloomberg berada di Rp200/saham dalam 12 bulan ke depan.
Terbaru, BNI Sekuritas memberikan target harga saham BUKA dalam 12 bulan berpotensi mencapai Rp210/saham. Jadi ada potensi cuan 40%.
Sementara Mandiri Sekuritas memasang target harga saham BUKA dalam 12 bulan ke depan di Rp200/saham. Sedangkan Macquarie turut menyematkan rating outperform terhadap saham BUKA dengan target Rp280/saham.
(fad/aji)






























