Meski demikian, Kementerian Kesehatan mulai mempersiapkan langkah mitigasi, termasuk sistem screening untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya kasus ke Indonesia.
“Yang kita lakukan, kita mempersiapkan agar screening-nya kita punya,” ujar Budi.
Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan tiga orang meninggal dunia dan satu lainnya dirawat intensif setelah muncul klaster infeksi Hantavirus yang terkait dengan sebuah kapal pesiar di Samudra Atlantik pada Minggu (3/5/2026).
WHO menyebut satu kasus telah terkonfirmasi melalui pengujian laboratorium, sementara lima kasus lainnya masih berstatus dugaan. Organisasi kesehatan global tersebut kini terus memantau perkembangan wabah dan melakukan investigasi epidemiologi lebih lanjut.
Hantavirus merupakan virus yang umumnya ditularkan melalui paparan tikus atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Infeksi virus ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga komplikasi serius pada sebagian pasien.
(dec)






























