“Nanti kalau kurang 100.000 lagi, 100.000 lagi, 100.000 lagi, 100.000 lagi. Saya ingin percepat,” kata Purbaya.
Purbaya memastikan bahwa Kementerian Keuangan telah menghitung anggaran yang harus digelontorkan untuk mendanai insentif otomotif tersebut.
“Sudah kita hitung. Ada sudah kita hitung cukup, sudah cukup,” katanya.
Purbaya mengatakan bahwa insentif akan diberikan dengan pemotongan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung oleh Pemerintah. Untuk kendaraan listrik dengan basis baterai nikel akan memperoleh pajak yang lebih besar.
“Itu kan kalau mobil yang baterainya nikel, PPN-nya ditanggung 100%. Kalau yang non-nikel, dibawah itu. Karena kita akan mendukung kerealisasi nikel disini supaya nikel kita dipakai betul,” kata Purbaya.
Sebelumnya, Purbaya memastikan kembali menggulirkan program subsidi motor listrik tahun ini. Menurut rencana, pemerintah akan menyubsidi sekitar Rp5 juta per unit motor secara bertahap.
Subsidi motor listrik merupakan program pemerintah yang pernah digulirkan pada 2023 dan berakhir per Desember 2024.
Dia menegaskan rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan awal, tetapi telah didiskusikan bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan telah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto.
(ell)




























