Logo Bloomberg Technoz

Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 mengalami kontraksi 0,77% secara triwulanan (q-t-q) dibanding kuartal IV-2025.

Dari sisi lapangan usaha, sebagian besar lapangan usaha tumbuh positif. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi antara lain industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan.

Sementara itu, lapangan usaha dengan pertumbuhan tinggi ialah penyediaan akomodasi dan makan minum, jasa lainnya, serta transportasi dan pergudangan.

Sebelumnya, ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 diperkirakan tumbuh 5,3% secara tahunan, menurut hasil survei Bloomberg terhadap 32 ekonom/analis. Sedikit melambat ketimbang kuartal sebelumnya dengan capaian 5,39% yoy, yang merupakan rekor tertinggi sejak kuartal III-2022.

Para ekonom yang disurvei selama 22-27 April lalu memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini berada di angka 5%. Melambat dibandingkan 2025 yang tumbuh 5,11% secara tahunan. 

Meski perekonomian diramal melambat, tetapi kebijakan moneter masih cenderung restriktif karena pergerakan rupiah yang terus lesu.

Dengan kondisi penuh tekanan eksternal dan perang Timur Tengah serta pergerakan rupiah yang volatil, para ekonom tidak melihat ada kemungkinan pemangkasan suku bunga acuan sepanjang tahun ini. Hingga akhir 2026, BI Rate diproyeksikan tetap di 4,75%. 

Sejak awal 2026 hingga hari ini, Senin (4/5/2026), rupiah telah tergerus 3,88% dan menyebabkan cadangan devisa terkuras sebanyak US$8,4 miliar pada kuartal I-2026. 

(lav)

No more pages