“Bantuan yang diberikan diharapkan dapat mendukung peningkatan fasilitas ibadah serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas keagamaan di masjid Uswatun Hasanah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi Pegadaian dalam memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat,” ujar Taufikurrahman.
Komitmen Sosial Berkelanjutan Pegadaian
Program TJSL yang dijalankan Pegadaian bukan sekadar kegiatan seremonial. Program ini dirancang untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat melalui berbagai inisiatif yang berkelanjutan.
Pegadaian secara konsisten menghadirkan bantuan yang menyasar kebutuhan nyata masyarakat. Mulai dari sarana ibadah, dukungan bagi kelompok prasejahtera, hingga pemberdayaan komunitas menjadi fokus utama perusahaan.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Pegadaian tidak hanya berorientasi pada bisnis. Perusahaan juga memiliki tanggung jawab sosial dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah.
Pengurus Masjid Uswatun Hasanah menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Mereka menilai kontribusi tersebut sangat bermanfaat dan diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang.
Harapan besar juga disampaikan agar sinergi antara Pegadaian dan masyarakat semakin kuat. Kolaborasi ini diyakini mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.
Pada kesempatan terpisah, Deputy Bisnis Area Pegadaian Bima Pulau Sumbawa, Mustofa, menegaskan pentingnya program sosial ini sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam memberikan manfaat nyata.
“Dengan program Pegadaian Peduli ini, kami ingin memastikan kehadiran Pegadaian tidak hanya dirasakan melalui layanan keuangan, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk pembangunan sarana ibadah. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang serta memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujar Mustofa.
Semangat mengEMASkan Indonesia menjadi landasan bagi Pegadaian dalam menjalankan berbagai program sosial. Melalui visi ini, perusahaan berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan TJSL agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Pegadaian juga terus berinovasi dalam menghadirkan layanan keuangan yang inklusif. Transformasi ini menjadikan Pegadaian tidak hanya sebagai lembaga gadai, tetapi juga sebagai mitra keuangan masyarakat.
Didirikan pada 1 April 1901 di Sukabumi, Pegadaian kini telah berkembang menjadi institusi keuangan yang modern. Sejak bergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI dan PNM pada 2021, perannya semakin strategis dalam mendukung UMKM naik kelas.
Selain itu, Pegadaian juga mengukuhkan diri sebagai pelopor layanan bank emas di Indonesia. Izin dari Otoritas Jasa Keuangan pada Desember 2024 memungkinkan perusahaan menjalankan berbagai kegiatan usaha berbasis emas.
Produk seperti deposito emas, pinjaman modal kerja emas, hingga jasa titipan emas korporasi menjadi bagian dari inovasi tersebut. Pegadaian juga menyediakan investasi emas yang mudah diakses, seperti tabungan emas dan cicil emas.
Seluruh layanan ini dapat diakses melalui berbagai kanal, termasuk outlet, agen, hingga aplikasi digital Tring by Pegadaian. Platform ini dirancang untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi.
Melalui kombinasi layanan keuangan dan program sosial, Pegadaian berupaya menciptakan dampak positif yang berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
(tim)




























