Dia menilai, saat ini seluruh warga negara Indonesia sebenarnya dipanggil untuk mencurahkan hati dan pikirannya untuk bangsa. Periode ini menjadi kesempatan emas untu Indonesia memanfaatkan kembali seluruh kekayaan bangsa untuk kesejahteraan seluruh rakyat.
"Kita sudah paham. Kita sudah lihat data-datanya. Sekarang tinggal kita mampu atau tidak mengelola. Sekarang saatnya para teknokrat, sekarang saatnya para ilmuwan, sekarang saatnya para insinyur, para profesor jadi profesor merah putih, jadi profesor pembela rakyat, jadi insinyur untuk bangsa dan rakyat," kata Prabowo.
"Jangan kepandaianmu kau pakai untuk menipu rakyat dan bangsa. Jangan kepandaianmu kau pakai untuk menutupi korupsi dan perampokan. Jangan kepandaianmu kau pakai untuk memperkaya bangsa lain."
Dia pun memastikan tak akan merekrut atau mengajak kerja sama orang-orang yang tak memiliki kecintaan terhadap perkembangan bangsa dan patriotik. Dia memastikan akan menyingkirkan orang-orang yang tak cocok dengan visinya dari lingkaran pemerintahannya.
"Saya tidak akan toleransi mereka-mereka yang tidak patriotik. Sepintar kau apa pun kalau kau tidak bela bangsamu sendiri tidak ada tempat di sekitar saya. Carilah orang lain." kata dia.
Kampanye media sosial Indonesia Gelap dan hastag kabur aja dulu lahir bersamaan ketika kelompok mahasiswa dan masyarakat sipil mengkritik sejumlah kebijakan Prabowo yang dianggap semakin memberatkan masyarakat mulai dari penerapan pajak hingga peresmian beleid kontroversial. Di sisi lain, sejumlah pejabat publik justru menampilkan gaya hidup mewah dan memiliki gaya bahasa yang tak empatik.
(dov/frg)






























