Jalur hilir telah lebih dulu dibuka sejak Selasa (27/4/2026) pukul 01.30 WIB dan sudah dapat dilalui kereta jarak jauh dari arah timur. Smentara itu, untuk jalur hulu juga telah dibersihkan dari puing-puing dan dinyatakan aman untuk dilintasi setelah melalui pemeriksaan bersama KNKT.
Meski demikian, KAI masih memberlakukan pembatasan kecepatan maksimal 30 km per jam di area terdampak.
"Untuk pemakaian kereta-kereta jarak jauh, walaupun kami masih melakukan pembatasan kecepatan 30 Km per jam di stasiun ini," ujarnya.
Dengan demikian, jika seluruh aspek keselamatan telah dinyatakan terpenuhi, maka layanan KRL lintas Cikarang akan kembali beroperasi dengan frekuensi normal seperti sebelumnya.
"Kami perlu menegaskan juga bahwa keselamatan adalah prioritas Utama kami. Kami tidak ada toleransi sama sekalipun untuk [yang] melanggar, atau menurunkan tingkat keselamatan dari para pelanggan pengguna jasa dari PT Kereta Api Indonesia. Baik Itu jendernya laki-laki, maupun jendernya perempuan. Tentunya kami terus berkomitmen menjaga kualitas pelayanan," tegas Bobby.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, telah terjadi tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat.
Berdasarkan kronologi awal, insiden kecelakaan bermula ketika salah satu armada taksi listrik milik perusahaan asal Vietnam, Green SM, diduga mengalami mati mesin tepat saat mencoba melintasi perlintasan sebidang Ampera -- perlintasan yang tak memiliki pos penjagaan. Peristiwa mati mesin itu diduga terjadi saat rangkaian kereta rel listrik (KRL) relasi Bekasi-Cikarang tengah melintas.
Akhirnya, terjadi temperan atau tabrakan antara KRL Bekasi-Cikarang dengan satu unit taksi listrik yang mogok di perlintasan sebidang JPL 85 pada Senin (27/04/2026) pukul 20.30 WIB. Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.
Kecelakaan tersebut berdampak pada rangkaian KRL dan perjalanan kereta api lainnya. Salah Satunya rangkaian KRL dengan kode PLB 5568 arah Cikarang yang harus berhenti di Stasiun Bekasi Timur -- menunggu proses evakuasi kecelakaan KRL sebelumnya.
Namun, tragedi kemudian terjadi usai KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tetap melaju kencang dari Stasiun Bekasi. Kereta tersebut tak sempat berhenti sepenuhnya saat masuk ke Stasiun Bekasi Timur -- lokasi KRL PLB 5568 sedang berhenti.
Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL terjadi sekitar pukul 20.52 WIB. Benturan keras akibat kecepatan tinggi membuat lokomotif KA Argo Bromo merobek dan merangsek masuk ke gerbong terakhir KRL PLB 5568 yang merupakan gerbong khusus perempuan.
(ain)































