“Ketika AS sedang melemah, China justru tumbuh dengan cepat,” ujar Guevara dalam sebuah wawancara. “Jika tren ini berlanjut, dalam tiga hingga empat tahun ke depan jaraknya akan semakin mendekati AS.”
Amerika Serikat, yang sejak lama menjadi destinasi liburan utama dunia dengan wisatawan memadati tempat-tempat seperti Walt Disney World dan Times Square, mengalami penurunan tajam kedatangan wisatawan asing di tengah pengetatan kebijakan imigrasi dan meningkatnya ketegangan geopolitik.
Sekitar 68 juta orang mengunjungi AS dari luar negeri tahun lalu, turun 5,5% dibandingkan 2024, menurut International Trade Administration. Meskipun acara seperti Piala Dunia FIFA diperkirakan akan mendorong sektor pariwisata AS tahun ini, gangguan terhadap perjalanan global akibat perang dengan Iran dapat menghambat pemulihan yang lebih signifikan.
Sektor perjalanan dan pariwisata Amerika Serikat menyumbang sekitar $2,6 triliun terhadap produk domestik bruto global tahun lalu, sementara China menambahkan $1,8 triliun, menurut World Travel & Tourism Council.
(bbn)





























