Logo Bloomberg Technoz

“Saham pada dasarnya mencerminkan pandangan bahwa perang di Teluk Persia hampir berakhir,” tulis Steve Sosnick, kepala strategi di Interactive Brokers LLC.

Minyak Brent naik 0,1% mendekati $95 per barel seiring AS melanjutkan blokade angkatan laut di Selat Hormuz. Obligasi pemerintah AS melemah, dengan imbal hasil tenor dua tahun naik ke 3,76%. Dolar melemah sementara emas turun mendekati $4.800 per ons.

Investor kembali berbondong-bondong masuk ke saham meskipun masih sedikit kejelasan mengenai arah perang, yang telah menghambat sekitar seperlima pasokan minyak mentah global dan berisiko memicu lonjakan inflasi yang dapat mendorong bank sentral untuk memperketat kebijakan.

Saham teknologi, khususnya, banyak diburu setelah tertinggal dari pasar selama sebagian besar tahun ini. Sebuah reksa dana berbasis bursa (ETF) populer yang melacak industri perangkat lunak naik sekitar 4% pada hari Rabu. Oracle Corp.melonjak 4,2% dan Microsoft Corp. naik 4,6%.

“Hari ini terlihat seperti hari rotasi di dalam sektor teknologi, ketika investor menjual saham chip yang sebelumnya melesat tinggi dan membeli saham perangkat lunak yang sempat tertekan,” kata Matt Maley dari Miller Tabak. “Meski demikian, setelah kenaikan besar seperti ini, kita bisa melihat jeda dalam jangka pendek di sektor teknologi, namun itu hal yang normal dan sehat.”

Pantauan Laba (Earnings Watch)

Analis teknikal, yang mempelajari grafik untuk mencari petunjuk pergerakan saham, mengatakan bahwa sejumlah indikator kesehatan pasar menunjukkan gambaran yang optimistis.

“Meskipun kami menilai penting untuk tetap bersikap skeptis secara sehat terhadap optimisme yang didorong oleh berita utama ini, indikator breadth dan tren yang mendasari terus membaik dari posisi terendah Maret, atau setidaknya sampai berita berikutnya membuktikan sebaliknya,” menurut Craig Johnson dari Piper Sandler.

Dengan musim laporan laba kini berjalan penuh, investor akan mencermati apakah konflik mulai menggerus prospek laba serta apakah perusahaan dan konsumen mulai mengurangi belanja di tengah ketidakpastian.

“Kami terus melihat potensi reli yang sehat untuk sisa tahun ini dari level S&P 500 saat ini, didukung oleh pertumbuhan laba yang solid dan latar belakang makroekonomi yang kondusif,” kata Ulrike Hoffmann-Burchardi, CIO Americas dan kepala global saham di UBS Chief Investment Office.

Berikut pergerakan utama di pasar:

Saham

  • S&P 500 naik 0,8% pada pukul 16:05 waktu New York
  • Nasdaq 100 naik 1,4%
  • Dow Jones Industrial Average turun 0,1%
  • MSCI World Index naik 0,5%

Mata Uang

  • Bloomberg Dollar Spot Index relatif tidak berubah
  • Euro stabil di US$1,1797
  • Poundsterling Inggris tidak berubah di US$1,3567
  • Yen Jepang melemah 0,1% menjadi 158,99 per dolar

Kripto

  • Bitcoin naik 1% menjadi US$74.884,04
  • Ether naik 2,4% menjadi US$2.370,32

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik tiga basis poin menjadi 4,28%
  • Imbal hasil obligasi Jerman tenor 10 tahun naik dua basis poin menjadi 3,04%
  • Imbal hasil obligasi Inggris tenor 10 tahun naik tiga basis poin menjadi 4,81%

Komoditas

  • Minyak West Texas Intermediate turun 0,2% menjadi US$91,14 per barel
  • Emas spot turun 1% menjadi US$4.794,10 per ons

(bbn)

No more pages