Laporan perusahaan menyebutkan bahwa efisiensi biaya penggelaran kabel (fiber rollout) saat ini lebih optimal seiring meningkatnya kepadatan penduduk di pusat-pusat perkotaan.
Di sisi lain, munculnya kelas menengah baru mendorong permintaan terhadap koneksi internet yang lebih stabil dibandingkan layanan seluler, yang kemudian direspon oleh penyedia layanan lewat peningkatan investasi infrastruktur secara masif.
Untuk mengejar target ambisius tersebut, DSSA mengandalkan MyRepublic sebagai motor pertumbuhan utama.
Hingga saat ini, MyRepublic telah menjangkau lebih dari 70 kota dengan cakupan lebih dari 9 juta homepasses.
Perusahaan juga tengah memperkuat sinergi aset melalui konsolidasi dengan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Mora) yang menghasilkan kombinasi infrastruktur hingga 11,5 juta homepasses dan 2,1 juta pelanggan.
Melengkapi ekosistem digitalnya, DSSA juga mengoperasikan fasilitas Data Center Tier IV di pusat bisnis (CBD) Jakarta.
Fasilitas dengan standar keandalan tertinggi ini disiapkan untuk menangkap lonjakan permintaan layanan cloud dan kebutuhan korporasi atau enterprise akan penyimpanan data yang aman dengan toleransi downtime hampir nol.
Optimisme ini didorong oleh pergeseran perilaku konsumen yang mulai memprioritaskan stabilitas koneksi fiber-to-the-home (FTTH) dibandingkan layanan seluler konvensional.
Selain itu, pesatnya urbanisasi di Indonesia memungkinkan penggelaran jaringan serat optik menjadi lebih efisien secara biaya di area padat penduduk.
Selain ekspansi kabel optik, perusahaan juga menyiapkan strategi Fixed Wireless Access (MyRepublic Air) yang memanfaatkan spektrum 1,4 GHz untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani (unserved regions) di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara.
Di sisi teknologi, DSSA mulai mengintegrasikan layanan broadband dengan pengembangan kecerdasan buatan (AI) melalui pembentukan PT Brilian Teknologi Sejahtera (BTS).
Kolaborasi ini bertujuan untuk menanamkan model bahasa besar (LLM) yang terlokalisasi guna mendukung sektor pendidikan dan kesehatan, termasuk otomatisasi skrining medis dan solusi kekurangan tenaga pengajar.
(fik/naw)
































