Selain itu, dalam kunjungannya ini, Purbaya turut menggelar sejumlah pertemuan strategis seperti bilateral meeting hingga courtesy meeting dengan Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva, pejabat tinggi World Bank, serta perwakilan lembaga pemeringkat internasional seperti S&P Global Ratings.
Pemerintah, kata dia, telah menyampaikan secara komprehensif berbagai kebijakan yang ditempuh, termasuk dampaknya terhadap anggaran negara dan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Mereka menunjukkan antusiasme tinggi dan menggali lebih dalam terkait fundamental ekonomi dan kebijakan kita. Selama ini mereka mempertanyakan bagaimana Indonesia dapat tumbuh lebih cepat dengan anggaran yang tetap terkendali," ungkap Purbaya.
Sementara itu, IMF menyoroti ketidakpastian global masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, faktor utamanya dipicu oleh ketegangan geopolitik dan dinamika harga energi.
Menanggapi hal tersebut, Bendahara Negara menegaskan bahwa Indonesia memiliki kondisi fiskal yang solid dan bantalan anggaran yang memadai.
"IMF tidak memiliki otoritas untuk mengurangi ketidakpastian global, namun menyediakan dukungan bagi negara yang membutuhkan. Indonesia tidak termasuk karena kondisi fiskal kita kuat dengan bantalan anggaran sekitar Rp420 triliun," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai penyesuaian kebijakan sejak akhir tahun lalu, sehingga mampu menyerap tekanan eksternal, termasuk kenaikan harga minyak akibat konflik global.
Secara terpisah, dalam pertemuan dengan Bank Dunia dan S&P Global Ratings, Purbaya kembali memperoleh penilaian positif terhadap strategi fiskal pemerintah. Bahkan, disebutkan Bank Dunia turut menyatakan minat untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam mendukung pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, serta pembiayaan proyek strategis di negara berkembang.
"Bank Dunia dan lembaga rating menyampaikan kepuasan atas strategi yang kami paparkan. Keraguan terhadap kemampuan Indonesia menjaga disiplin fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kini semakin berkurang," tutur Purbaya.
Sebelumnya, Purbaya juga telah memaparkan kondisi fundamental makro ekonomi serta strategi fiskal Indonesia kepada sejumlah investor raksasa AS dalam pertemuannya di New York dan Washington DC, Amerika Serikat (AS), Senin (13/4/2026).
Sejumlah investor AS yang melakukan pertemuan dengan Purbaya di New York antara lain HSBC Global Asset Management, Lazard AM, Blackrock, Lord Abbett, dan TD Asset Management.
Purbaya menyebut investor tersebut berniat berinvestasi di Indonesia usai diberikan penjelasan agar tidak ragu menanamkan modal di Tanah Air. Menurutnya, investor asal AS tidak ragu akan kebijakan fundamental makro yang telah dirancang, hanya saja mereka ingin memastikan kondisi terkini ihwal kenyamanan berinvestasi.
"Jadi mereka [investor] enggak ragu, cuma mereka dengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah, mereka memastikan bahwa itu tidak benar,” ucap Purbaya.
"Kita jelaskan kebijakan fundamental kita seperti apa dan karena mereka orang pintar, mereka bisa menerima dengan sepenuh hati apa yang kita jelaskan sudah sesuai dengan teori-teori ekonomi,” tambah Purbaya.
Dalam pertemuan itu, Purbaya mengaku juga mendapat masukan yang positif agar pemerintah Indonesia memperbaiki komunikasi dengan investor AS mengingat fondasi makro ekonomi RI dianggap sudah sangat baik.
"Soal kebijakan fiskal mereka sudah yakin bahwa kebijakan arahnya nya sudah benar, mereka beranggapan beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat melakukan perubahan peringkat ke Indonesia, ya seperti pemberian outlook yang negatif, di mana perubahan tersebut dilakukan ketika data ekonomi terkini belum terlalu lengkap,” jelas Purbaya.
Ketika ditanya mengenai strategi apa agar Investor yakin berinvestasi di Indonesia, Purbaya menjelaskan ekonomi RI harus terus tumbuh sesuai dengan target di APBN yakni di level 5,5% pada kuartal I dan II 2026. Kondisi tersebut dapat meyakinkan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.
"Jadi kita fokus memastikan bahwa kebijakan kita benar, implementasinya kita sesuai dengan design yang kita buat," imbuhnya.
(prc/ros)






























