Namun, ekonomi bisa membaik jika teknologi seperti AI benar-benar meningkatkan produktivitas lebih cepat atau jika ketegangan perdagangan mereda.
“Mendorong kemampuan adaptasi, menjaga kredibilitas kebijakan, serta memperkuat kerja sama internasional menjadi kunci untuk menghadapi guncangan saat ini sekaligus mempersiapkan diri terhadap disrupsi di masa depan dalam lingkungan global yang semakin tidak pasti.” sebut IMF.
IMF memproyeksi pertumbuhan ekonomi negara maju di tahun 2026 akan berada di angka 1,8%, turun dibandingkan dengan realisasi tahun 2025 di angka 1,9%. Sementara untuk negara berkembang pertumbuhan ekonomi diperkirakan hanya akan berada di angka 3,9% turun dibandingkan dengan tahun 2025 yang berada di level 4,4%.
IMF memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2026 mencapai 5%. Angka ini lebih rendah ketimbang laporan IMF yang memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencatatkan kenaikan 5,1% di Januari lalu.
Sementara itu, dalam laporan yang dipublikasikan pada 14 April 2026 tersebut, IMF memproyeksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,1% pada 2027 mendatang.
(ell)



























