Spanyol menjadi salah satu negara Eropa yang paling vokal menentang operasi militer tersebut, yang secara terbuka disebut Sánchez sebagai tindakan "ilegal." Madrid bahkan telah menutup ruang udaranya bagi jet tempur AS yang terlibat dalam konflik dan melarang Washington menggunakan dua pangkalan militer di wilayah Spanyol untuk keperluan perang tersebut.
Meski demikian, Spanyol juga mengecam respons Iran terhadap serangan AS-Israel serta destabilisasi yang terjadi di seluruh kawasan. Sánchez meyakini Beijing dapat berkontribusi lebih besar dalam menghentikan konflik di Teluk dan Ukraina dengan memanfaatkan pengaruh yang masih dimiliki China terhadap Iran dan Rusia—dua negara yang memiliki hubungan luas dengan Beijing.
“Hukum internasional adalah fondasi dari segalanya,” ujar Sánchez di ibu kota China tersebut.
Spanyol terus memperkuat hubungan dengan Beijing dalam beberapa tahun terakhir, memposisikan diri sebagai sekutu terdekat China di Eropa. Kunjungan keempat Sánchez dalam kurun waktu tiga tahun ini juga mencakup pertemuan dengan berbagai pemimpin politik dan pelaku bisnis.
Langkah Spanyol merangkul China bukannya tanpa risiko. Kembalinya Trump ke Gedung Putih telah memicu gejolak, baik dalam hubungan Eropa dengan Washington maupun dalam hubungan AS-China. Tahun lalu, Sánchez melawat ke Beijing hanya beberapa hari setelah AS memberlakukan tarif terhadap hampir seluruh negara—sebuah langkah yang dianggap provokasi oleh Washington. Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahkan menyebut tindakan Spanyol tersebut sebagai upaya "menggorok leher sendiri."
Sejak saat itu, sejumlah negara Eropa mulai melunakkan sikap terhadap China, yang secara resmi dipandang oleh Uni Eropa sebagai pesaing sekaligus rival sistemik.
Spanyol mencatat defisit perdagangan dengan China lebih dari US$36 miliar pada 2025, sementara kesenjangan perdagangan Uni Eropa secara keseluruhan mencapai hampir US$364 miliar.
Dalam pidato pembukaan kunjungan resminya, Sánchez menggunakan bahasa yang lebih tegas dibanding sebelumnya untuk menggambarkan ketimpangan tersebut, dengan menyebut defisit perdagangan sebagai “tidak berkelanjutan” dan menegaskan bahwa “hubungan perdagangan harus seimbang dan bersifat timbal balik.”
Sánchez juga menambahkan bahwa ketika “tatanan multipolar baru” mulai terbentuk, kondisi tersebut akan membutuhkan ekonomi yang lebih setara dan adil, “di mana tidak ada wilayah yang kalah dan wilayah yang menang.”
(bbn)

























