Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, layanan kustom juga menjadi salah satu kekuatan bisnis ini. Konsumen dapat menyesuaikan desain sesuai kebutuhan, menjadikan setiap produk lebih personal dan relevan dengan aktivitas sehari-hari.

Konsep ini sejalan dengan semangat For Women on the Move yang diusung oleh JJC Rumah Jahit. Produk yang dihasilkan tidak hanya estetis, tetapi juga fungsional bagi perempuan aktif.

Pemilik JJC Rumah Jahit, Jihan Astriningtrias, mengungkapkan bahwa usaha ini berawal dari langkah sederhana. Seiring waktu, usaha tersebut berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan.

“JJC Rumah Jahit tidak dibangun di atas sebuah mimpi yang besar. Justru, ketika itu, bunda kami mendirikan butik rumahan ini pada tahun 2003 dengan berlandaskan asa kecilnya, untuk tetap berkarya dan berdaya walau hanya dari rumah. Namun ajaibnya, asa kecil inilah yang membuat kami berani memupuk dan membangun cita-cita besar untuk dapat mengembangkan JJC Rumah Jahit secara kontinu di masa mendatang,” ujarnya.

Peran Digital dan Dukungan BRI

Perjalanan JJC Rumah Jahit semakin berkembang setelah melakukan rebranding pada tahun 2023. Langkah ini diikuti dengan penguatan desain kontemporer serta ekspansi ke berbagai kanal pemasaran.

Selain membuka gerai luring, JJC Rumah Jahit juga memanfaatkan marketplace dan social commerce. Partisipasi dalam pameran serta kerja sama bisnis ke bisnis turut memperluas jangkauan pasar.

Pemanfaatan kanal digital menjadi kunci dalam meningkatkan visibilitas produk. Strategi ini memungkinkan usaha menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa terbatas oleh lokasi.

Dalam operasionalnya, JJC Rumah Jahit juga mengandalkan layanan perbankan dari BRI. Penggunaan QRIS membantu mempermudah transaksi, menjadikannya lebih cepat dan efisien.

Tidak hanya itu, Jihan juga aktif memanfaatkan platform LinkUMKM dari BRI. Platform ini menjadi sarana penting dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas bisnis.

“Saya merupakan anggota binaan Rumah BUMN BRI yang telah memberikan banyak bimbingan dan akses informasi untuk pengembangan usaha saya, termasuk melalui platform LinkUMKM BRI. Dengan adanya LinkUMKM, saya tidak lagi mengalami kebingungan dalam menghadapi kendala maupun merencanakan ekspansi usaha, karena tersedia berbagai modul pembelajaran dan coaching clinic yang membantu UMKM bertumbuh serta mengambil keputusan bisnis secara lebih terarah,” jelas Jihan.

Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku usaha. Platform ini menyediakan berbagai fitur yang mendukung pengembangan UMKM secara menyeluruh.

Fitur-fitur tersebut mencakup peningkatan kapasitas, akses pasar, hingga pendampingan usaha. Lebih dari 750 modul pembelajaran tersedia untuk memperkuat keterampilan pelaku usaha.

Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa LinkUMKM merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memberdayakan UMKM secara berkelanjutan. Program ini juga mendorong peran aktif pengusaha perempuan.

“Pengalaman JJC Rumah Jahit mencerminkan bagaimana pelaku usaha perempuan dapat berkembang lebih terarah melalui pemanfaatan LinkUMKM sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan BRI. Platform ini tidak hanya menyediakan akses pembelajaran, tetapi juga memperkuat kapabilitas usaha dan mendorong perluasan pasar secara berkelanjutan. Ke depan, BRI akan terus mengoptimalkan LinkUMKM untuk menciptakan lebih banyak UMKM yang naik kelas, sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap ekonomi kerakyatan,” pungkasnya.

Keberhasilan JJC Rumah Jahit menunjukkan bahwa inovasi berbasis budaya dapat menjadi kekuatan dalam industri fesyen. Dukungan teknologi dan akses pembelajaran menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan usaha.

Kolaborasi antara pelaku usaha dan institusi seperti BRI membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk berkembang. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan.

Dengan strategi yang adaptif dan dukungan ekosistem yang tepat, JJC Rumah Jahit terus melangkah maju. Usaha ini menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lain untuk memanfaatkan potensi lokal secara optimal.

Transformasi yang dilakukan tidak hanya meningkatkan daya saing, tetapi juga menjaga kelestarian budaya. Melalui pendekatan ini, fesyen berbasis wastra Nusantara memiliki peluang besar untuk terus berkembang di pasar yang lebih luas.

(tim)

No more pages