Trump juga menekankan bahwa sejak awal karier politiknya, ia telah bersumpah untuk tidak membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Ia menyebut sejumlah serangan yang dikaitkan dengan Iran sebagai alasan utama konflik tersebut.
“Bagi teroris, memiliki senjata nuklir akan menjadi ancaman yang tidak dapat diterima. Rezim paling brutal di dunia akan bebas menjalankan kampanye teror, tekanan, penaklukan, dan pembunuhan massal di balik perlindungan nuklir,” kata Trump.
Ia menambahkan bahwa dirinya tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi dan mengkritik presiden AS terdahulu.
“Saya tidak akan pernah membiarkan itu terjadi, dan seharusnya para presiden sebelumnya juga tidak membiarkannya. Situasi ini telah berlangsung selama 47 tahun dan seharusnya sudah ditangani jauh sebelum saya menjabat,” lanjutnya.
Dalam pernyataannya, Trump turut menyampaikan terima kasih kepada sejumlah sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah, termasuk Israel, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain. Ia menilai negara-negara tersebut memberikan dukungan signifikan selama konflik berlangsung.
“Saya ingin berterima kasih kepada sekutu kami di Timur Tengah, Israel, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain. Mereka luar biasa dan kami tidak akan membiarkan mereka gagal dalam bentuk apa pun,” ungkap Trump.
(del)

























