Perjalanan usaha tersebut menunjukkan bagaimana produk berbasis kebutuhan sehari-hari dapat berkembang pesat jika didukung oleh respons pasar yang positif. Dari sistem pre-order sederhana, RoyalKueID kini telah memiliki outlet fisik yang menjadi titik awal ekspansi usaha.
Kolaborasi Digital Dorong UMKM Naik Kelas
Seiring pertumbuhan bisnis, Bakpao Gandum RoyalKueID memperluas jangkauan pemasaran melalui berbagai kanal distribusi. Penjualan tidak hanya dilakukan melalui gerai offline, tetapi juga melibatkan reseller, marketplace, social commerce, hingga kerja sama business-to-business (B2B).
Langkah ini membuat jangkauan pasar semakin luas, tidak hanya di wilayah lokal, tetapi juga merambah pembeli antar kota hingga antar pulau. Strategi multikanal ini menjadi kunci dalam meningkatkan volume penjualan sekaligus memperkuat brand di tengah persaingan pasar kuliner.
Dalam mendukung kelancaran operasional, RoyalKueID memanfaatkan layanan digital dari BRI, khususnya QRIS, untuk mempermudah transaksi dengan reseller. Penggunaan QRIS dinilai mampu mempercepat proses pembayaran sekaligus meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan keuangan usaha.
Tidak hanya dari sisi transaksi, penguatan kapasitas usaha juga dilakukan melalui platform LinkUMKM yang disediakan BRI. Platform ini menjadi sarana pembelajaran bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kompetensi dalam mengelola dan mengembangkan bisnis.
“Sejak membuka outlet pertama di akhir tahun 2024, saya menyadari bahwa untuk berkembang saya perlu menambah pengetahuan. Puji Tuhan, kami mendapat saran dari kerabat yang telah bergabung dengan LinkUMKM BRI. Dari situ saya mulai mencari lebih banyak informasi melalui berbagai sumber, termasuk media sosial dan website. Saya masih ingat, kelas pertama yang saya ikuti adalah setelah Lebaran tahun 2025,” ungkapnya.
Melalui pengalaman tersebut, terlihat bahwa akses terhadap edukasi dan pendampingan menjadi faktor penting dalam mendorong UMKM untuk naik kelas. Pengetahuan yang diperoleh tidak hanya membantu dalam operasional, tetapi juga dalam menyusun strategi pengembangan usaha ke depan.
BRI sendiri terus memperkuat perannya dalam membangun ekosistem UMKM melalui platform LinkUMKM. Hingga akhir 2025, platform ini telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta UMKM sebagai sarana peningkatan kapasitas usaha secara daring.
LinkUMKM menghadirkan enam fitur utama yang terintegrasi, yaitu UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB. Seluruh fitur tersebut didukung oleh lebih dari 750 modul pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha, baik dari sisi soft skill maupun hard skill.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa pengembangan UMKM merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga mencakup digitalisasi dan pendampingan usaha.
“Pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan dukungan ekosistem yang menyeluruh. BRI melalui LinkUMKM dan berbagai layanan digital seperti QRIS terus mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing secara berkelanjutan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendorong UMKM naik kelas sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan,” ungkapnya.
Kisah Bakpao Gandum RoyalKueID menjadi salah satu contoh bagaimana sinergi antara inovasi produk dan dukungan ekosistem digital mampu mendorong pertumbuhan UMKM. Dengan strategi yang tepat dan pemanfaatan teknologi, pelaku usaha dapat memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat nasional.
Ke depan, kolaborasi antara sektor perbankan dan UMKM diharapkan terus berkembang guna menciptakan ekosistem usaha yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
(tim)



























