Dia menilai kebijakan WFH bisa efisien jika hari yang dipilih dilakukan secara cermat, misalnya pada Jumat yang merupakan hari terjepit. Namun, dia mengaku tidak mengetahui secara terperinci besaran persentase penghematan tersebut karena dapat berubah sewaktu-waktu tergantung harga minyak.
“Jadi pasti ada penghematan BBM. Berapa persen saya nggak tahu detailnya karena bisa berubah-ubah tergantung harga minyak,” tutur Purbaya.
Di sisi lain, dia menambahkan dari segi produktivitas, kebijakan tersebut tidak harus diterapkan pada sektor seperti pabrik yang memerlukan operasional secara terus-menerus.
Selain itu, dia juga membeberkan kantor pelayanan publik tentunya harus tetap berjalan dan tidak ada sistem WFH.
“Jadi harusnya enggak masalah kalau cuma satu hari saja. Tidak [mengganggu] produktivitas kita total enggak akan terlalu terganggu,” imbuhnya.
Dengan Asistensi Azura Yumna
(ell)































