"Hal ini tentunya menjadi modalitas ekonomi daerah yang sangat kuat. Tambahan uang tunai sebesar Rp 104 triliun yang dipegang masyarakat merupakan likuiditas segar yang siap memutar roda ekonomi di berbagai daerah tujuan pemudik," Ade menerangkan.
Pertumbuhan likuiditas ini berjalan selaras dengan gairah mobilitas masyarakat yang terekam dalam data arus mudik. Kementerian Perhubungan dalam portal strategi.kemenhub.go.id mencatat kenaikan volume penumpang yang impresif pada semua moda transportasi dalam periode delapan hari menjelang Lebaran (H-8) hingga Hari H Idul Fitri 2026 atau yang biasa sering disebut periode arus mudik.
Sektor transportasi air melalui kapal (ASDP) menjadi lini dengan penambahan jumlah pemudik terbesar. Jumlah penumpang yang diberangkatkan melalui moda ini naik dari 2,33 juta orang pada 2025 menjadi 2,69 juta orang pada 2026. Artinya, ada tambahan sekitar 360 ribu pemudik di jalur penyeberangan.
"Peningkatan penumpang di jalur laut ini sangat krusial karena mengindikasikan pemerataan sirkulasi ekonomi antar-pulau," ungkap Ade.
Sementara di jalur darat, angkutan umum seperti bus juga menunjukkan tren positif. Terdapat tambahan 145 ribu pemudik yang diberangkatkan, yang mengerek total penumpang dari 1,44 juta orang pada 2025 menjadi 1,59 juta orang pada tahun 2026.
Jumlah pemudik yang diberangkatkan menggunakan kereta api juga mengalami kenaikan. Tercatat ada 1,83 juta penumpang pada 2026, atau naik 193 ribu penumpang dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 1,63 juta penumpang.
Sektor penerbangan pun menyumbang kenaikan pemberangkatan dengan tambahan 72 ribu penumpang. Secara total, sebanyak 2,4 juta orang memilih menggunakan pesawat terbang pada periode jelang Idul Fitri 2026, naik dari 2,32 juta orang pada tahun sebelumnya.
"Sinkronisasi antara likuiditas dan mobilitas ini adalah kunci pertumbuhan ekonomi nasional. Masyarakat memiliki daya beli dan mereka memiliki akses mobilitas untuk membelanjakannya di kampung halaman, yang secara otomatis menghidupkan ekosistem ekonomi lokal," kata Ade.
NEXT Indonesia Center memproyeksikan bahwa gabungan antara dana siap belanja sebesar Rp 1.241 triliun dan masifnya arus mudik ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada kuartal pertama.
(red)






























