Logo Bloomberg Technoz

“Pertamina melakukan diversifikasi sumber pasokan minyak dengan mempertimbangkan aspek komersial, teknis kilang, serta kepatuhan terhadap regulasi internasional," ujarnya.

"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah, termasuk Kementerian ESDM, untuk memastikan pasokan energi bagi kebutuhan nasional dapat terpenuhi."

Selain soal sumber pasokan, Baron mengatakan, perseroan juga masih mengevaluasi rencana penataan rantai perdagangan minyak, termasuk rencana relokasi aktivitas perdagangan dari Singapura.

Hanya saja, kata dia, langkah tersebut hingga saat ini masih dalam proses penataan secara bertahap.

"Pertamina masih dalam proses melihat dan penataan secara bertahap guna meningkatkan efisiensi rantai pasok dan transparansi perdagangan energi,” katanya.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS), memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia karena sebagian besar perdagangan minyak internasional melintasi Selat Hormuz.

Dalam situasi tersebut, Pertamina melaporkan stok minyak mentah di kilang perseroan mencapai 11—12 hari atau dalam kondisi normal, sedangkan produksi olahan minyak dalam kapasitas penuh yakni mencapai 1,1 juta barel per hari (bph).

Direktur Utama Pertamina Latar Niaga Mars Ega Legowo menyatakan perseroan mengoperasikan kilang dalam posisi maksimal, yakni melakukan operasional dengan berorientasi pada tingkat produki bukan pada profit kilang.

"Kami mengutamakan availability sehingga kilang modenya adalah mode maksimalkan kuantitas produksi. Saat ini berproduksi kurang lebih 1,1 juta bph. Untuk pengadaan yang kita siapkan pada Januari, itu sebetulnya nanti pada Februari juga kita refill lagi, kita isi lagi. Nanti Maret kita pengadaan lagi, isi lagi,” kata Ega dalam konferensi pers Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri di Rest Area KM 57, Senin (16/3/2026).

Ega juga mengungkapkan sisa minyak mentah perseroan berada di kapal-kapal yang menuju Indonesia hingga storage atau penyimpanan yang tersedia. Namun, dia tidak merinci berapa total jumlah volume tersebut.

“Stok crude di kilang saat ini pada kondisi normal operation. Normal operation itu di antara 12 hari, 11 sampai 12 hari. Enggak mungkin kita semua tampung besar-besar di kilang. Nah, sisanya crude ada di mana? Ada di atas kapal yang sedang menuju ke kilang. Ada juga di lokasi subholding hulu yang melakukan pengeboran,” tegasnya.

(ibn/wdh)

No more pages