Logo Bloomberg Technoz

Meski telah mengecam "perang" Trump terhadap Iran, China menunjukkan sedikit tanda-tanda akan mundur dari KTT tersebut karena mereka berupaya menstabilkan hubungan dengan ekonomi terbesar di dunia.

Kementerian Luar Negeri China belum menanggapi permintaan komentar yang diajukan di luar jam kerja.

Ke Mana Minyak Hormuz Dituju? Sebagian Besar Asia. (Bloomberg)

Trump memiliki sejarah panjang dalam membuat ancaman untuk membatalkan kesepakatan pada tahap akhir negosiasi. Langkah ini telah ia gunakan sebagai cara untuk mendapatkan lebih banyak pengaruh.

Trump membuat ancaman serupa beberapa minggu sebelum pertemuan yang direncanakan dengan Xi pada Oktober, disertai dengan usulan kenaikan tarif yang tajam. Pertemuan tersebut akhirnya tetap berlangsung dan memperpanjang gencatan dagang yang rapuh.

Penundaan apa pun dalam KTT tersebut berpotensi menjadi keuntungan bagi China, yang awalnya meminta KTT diadakan pada akhir April agar ada lebih banyak waktu untuk persiapan dan pembicaraan antara pejabat kedua belah pihak guna merumuskan kesepakatan ekonomi dan diplomatik. 

KTT para pemimpin saat ini dijadwalkan pada 31 Maret hingga 2 April di Beijing. Menteri Keuangan Scott Bessent, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng akan bertemu di Paris untuk merumuskan hasil konkret dan membahas isu-isu pelik seperti tarif, fentanil, dan Taiwan.

Presiden AS juga mengeluarkan peringatan pada sekutu-sekutu Eropa, mengatakan kepada Financial Times bahwa NATO menghadapi masa depan yang "sangat buruk" jika negara-negara anggotanya gagal membantu di Selat Hormuz.

"Sekarang kita akan lihat apakah mereka membantu kita. Karena saya sudah lama mengatakan bahwa kita akan ada untuk mereka, tapi mereka tidak akan ada untuk kita. Dan saya tidak yakin mereka akan ada," kata Trump kepada surat kabar tersebut.

(bbn)

No more pages