Jumlah karyawan Bukalapak turun tajam dari 1.018 orang pada tahun sebelumnya menjadi 424 orang pada periode yang berakhir Desember 2025.
Selain efisiensi biaya, BUKA juga mencatat laba nilai investasi sebesar Rp5,37 triliun, berbalik dari posisi rugi investasi Rp1,54 triliun pada 2024.
Kinerja tersebut ditopang oleh beberapa komponen, antara lain pendapatan dividen sebesar Rp30 miliar, laba selisih pelepasan aset tetap, penurunan rugi selisih pelepasan aset, serta tidak adanya pencatatan penurunan nilai goodwill dan investasi pada entitas asosiasi.
Setelah seluruh komponen tersebut diakumulasikan, BUKA berhasil membalikkan kinerja keuangannya. Sepanjang 2025, perseroan membukukan laba bersih Rp3,14 triliun, berbalik dari kerugian Rp1,54 triliun pada 2024.
Dari sisi neraca, total aset Bukalapak mencapai Rp26,03 triliun per 31 Desember 2025, meningkat dibandingkan posisi Rp24,79 triliun pada akhir 2024.
Sementara itu, total liabilitas tercatat sebesar Rp717,29 miliar, sedangkan total ekuitas perseroan mencapai Rp25,31 triliun pada akhir 2025.
(art/naw)




























