“Kalau tidak ada intervensi serius oleh pemerintah, maka kerusakan kantong-kantong gajah ini adalah sebuah keniscayaan. Karena itu populasi gajah sebagai satwa dilindungi tidak menutup kemungkinan bisa punah,” ujarnya.
Sebagai bagian dari langkah penyelamatan itu, Presiden Prabowo juga telah menyerahkan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang dimilikinya untuk dimanfaatkan sebagai kawasan konservasi gajah Sumatra. Luas kawasan tersebut bahkan terus bertambah hingga mencapai 90.000 hektare.
Raja Juli Antoni mengatakan, keputusan itu sebelumnya telah diumumkan di Aceh. Bahkan komitmen tersebut kembali ditegaskan Prabowo saat bertemu dengan Raja Inggris, Charles III, di London.
“Awalnya King Charles meminta 10.000 hektare. Pak Presiden menyerahkan 20.000 hektare, bahkan sekarang menjadi 90.000 hektare. Semuanya diperuntukkan untuk menjaga habitat gajah di Sumatera,” kata dia.
Menurut Raja Juli Antoni, langkah tersebut menunjukkan komitmen nyata Presiden terhadap konservasi satwa.
Ia menyebut banyak aktivis lingkungan menilai kebijakan itu sebagai bukti kepedulian Prabowo terhadap kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.
(red)



























